Investor Asing Agresif Borong Saham Rp 15,85 Triliun Sebulan, IHSG pun Melaju kian Kencang
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing terpantau makin gencar memborong saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sebulan terakhir. Berdasarkan data total dana asing yang masuk atau net buy sudah mencapai Rp 15,85 triliun selama sebulan ini.
Aksi borong massif saham oleh pemodal asing tersebut telah berimbas terhadap penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI dalam sebulan terakhir. Data BEI menyebutkan penutupan IHSG telah melesat dari level 7.313 pada 23 Juli 2024 menjadi 7.544 pada penutupan 23 Agustus 2024 atau melesat 3,15%.
Baca Juga
Data BEI juga mengungkap lima saham dengan net buy terbesar oleh investor asing disumbangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 3,33 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 3,24 triliun, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp 2,48 triliun, PT Trimegah Bangun Persada Tbk Rp 1,80 triliun, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 1,09 triliun.
Tak hanya itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang beberapa bulan lalu selalu mencatatkan penjualan bersih (net sell) oleh investor asing, kini sudah berbalik net buy dengan total Rp 849,69 miliar sepanjang sebulan terakhir.
Massifnya aksi beli saham oleh pemodal asing dalam sebulan terakhir membuat BEI berbalik menjadi net buy sepanjang year to date (ytd) menjadi Rp 12,63 triliun. Angka tersebut terus bertambah dan juga berdampak terhadap keberhasilan IHSG catatkan rekor tertinggi baru dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Erindra Krisnawan dalam riset yang diterbitkan pekan lalu menyebutkan bahwa IHSG BEI optimistis menuju level 7.680 sampai akhir tahun. Target tersebut mempertimbangkan transisi pemerintahan berjalan mulus atau smooth.
Baca Juga
Asing Net Buy Jumbo Rp 2,93 Triliun, Saham MBMA Penyumbang Terbesar
“Kami menilai transisi pemerintah berjalan dengan baik yang ditunjukkan rancangan APBN tahun 2025 yang memasukkan anggaran makan bergizi gratis dan memberikan ruang bagi pemerintahan baru untuk mengalokasikan belanja lebih lanjut,” tulisnya.
Di tengah transisi pemerintah baru yang berjalan mulus, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, saham sektor telekomunikasi dan batu bara layak dilirik. Saham TLKM direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.250 dan saham ISAT direkomndasikan beli dengan target harga Rp 13.300.
Baca Juga
BRI Danareksa Sekuritas Revisi Target IHSG 2024, Tapi 8 Saham Ini Tetap Pilihan Teratas
Saham emiten batu bara juga masih menarik, menurut BRI Danareksa Sekuritas, didukung peluang pemangkasan royalty setelah harga jual batu bara turun. Hal ini tercermin dari penurunan target pendapatan pemerintah dari batu bara dan sumber daya alam tahun 2025. Saham ADRO tercatat sebagai saham pilihan teratas.
“Secara keseluruhan, kami menargetkan IHSG mencapai level 7.680 sampai akhir tahun. Target tersebut mempertimbangkan transisi pemerintah berjalan mulus,” tulis riset tersebut.
Grafik IHSG
