IHSG Dipercaya Tembus 7.800, Sektor Saham Ini Layak Dilirk
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan tembus level 7.800 pada akhir 2024. Target tersebut mempertimbangkan peluang penurunan tingkat suku bunga global dan kebijakan pro pertumbuhan pemerintah baru.
Hal ini diyakini PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) berdasarkan analisisnya. MAMI menyebutkan bahwa pasar global bersiap memasuki era baru dengan semakin banyak negara mulai masuk dalam siklus pemangkasan suku bunga.
Perubahan ekspektasi suku bunga global pun mengurangi tekanan terhadap Rupiah. Kemudian stabilitas Rupiah yang berkesinambungan diharap dapat menjadi kunci titik balik sentimen investor di pasar finansial Indonesia.
Baca Juga
“Minat terhadap pasar saham domestik sejauh ini terpukul oleh era suku bunga tinggi yang membuat risk-free asset menjadi sangat menarik. Seiring siklus penurunan suku bunga, kondisi akan berubah dan membuat pasar saham kembali atraktif dilihat dari sudut pandang risk return yang ditawarkan,” jelas Chief Investment Officer Equity MAMI, Samuel Kesuma yang dikutip pada Selasa (20/8/2024).
Menurut dia, optimisme tersebut didukung oleh harapan kebijakan pro-pertumbuhan pemerintahan baru. Berdasarkan riset MAMI, minat investor terlihat meningkat, terutama dari investor asing yang sudah lebih dulu berinvestasi ke pasar dan membuat posisi arus dana asing kembali positif.
Saat ini, lanjut Samuel, ada beberapa sektor yang bisa menjadi pertimbangan. Sektor finansial menjadi yang berpotensi diuntungkan oleh arus dana asing, di mana saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) biasanya menjadi pilihan pertama. “Di lain pihak likuiditas perbankan juga mulai terlihat stabil,” imbuh Samuel.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Terbang ke ATH Baru 7.517, Saham Emiten Hary Tanoe Cuan Jumbo
Sektor selanjutnya yang direkomendasikan MAMI adalah telekomunikasi, baik itu perusahaan penyedia jasa yakni operator maupun menara atau tower. Dari sisi valuasi sektor ini dipandang masih tetap menarik.
“Dan terakhir adalah sektor consumer staples atau yang lebih dikenal dengan FMCG (fast-moving consumer goods), yaitu sektor-sektor yang memproduksi barang-barang kebutuhan harian,” sambung Samuel.
Pandangan tim investasi MAMI itu disampaikan secara daring dalam acara Indonesia Market Update: Wind of Change dengan narasumber Director & Chief Investment Officer, Fixed Income Ezra Nazula dan juga Chief Economist & Investment Strategist Katarina Setiawan.
Pergerakan IHSG

