Masih Pegang Banyak, Pengendali Ini Lepas Sebagian Saham SGER
JAKARTA, investortrust.id – Emiten perdagangan batu bara, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) mengumumkan transaksi penjualan saham Perseroan pemegang saham pengendali, atas nama Vivi Ramalyati Hutama.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Perseroan kepada otoritas pasar modal disebutkan, Vivi melepas sebanyak 200 ribu lembar saham SGER pada harga Rp 2.086 pada perdagangan pasar saham tanggal 12 Januari 2024.
Melalui transaksi divestasi tersebut Vivi yang beralamat di Pluit Samudra VI No. 6A, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara mengantongi dana sebesar Rp 417 juta.
Tujuan transaksi tersebut adalah divestasi dengan status kepemilikan langsung,’’ tulis Vivi dalam laporan yang disampaikan kepada OJK sebagaimana dikutip, Kamis (08/02/2024).
Baca Juga
Setelah aksi divestasi tersebut Vivi masih memegang sebanyak 477.182.174 lembar saham SGER atau mewakili 10,93% dari total saham Perseroan.
Pada penutupan pasar saham, Rabu (07/02/2024), harga saham SGER bertengger pada level Rp 2.010 per saham atau menguat 1% dari harga penutupan sehari sebelumnya. Posisi harga tersebut menunjukan Vivi menjual saham SGER lebih tinggi dari harga saham saat ini.
Berdasarkan komposisi pemegang saham SGER, Vivi tercatat sebagai pemegang saham terbesar kedua Perseroan. Sedangkan pemegang saham terbesar adalah PT Sumbermas Inti Energi dengan porsi sebanyak 50,08%.
Belum lama ini SGER mengungkap rencana untuk membangun pabrik hidrogen peroksida (H2O2) dengan kapasitas 20.000 metrik ton (100% konsentrasi) atau 40.000 metrik ton (50% konsentrasi) per tahun.
Pembangunan pabrik melalui PT Hidrogen Peroxida Indonesia (HPI) ini diklaim jadi salah satu yang terbesar di Indonesia.
Baca Juga
Ini Jadwal Operasional BNI Selama Libur Isra Mikraj dan Imlek 2024
Pabrik tersebut akan dibangun di daerah Merak, Banten, bermitra dengan PT Sulfindo Adiusaha, dengan kepemilikan saham 10%.
“Kapasitas tersebut menjadikan pabrik Hidrogen Peroxida Indonesia sebagai pabrik H2O2 kedua terbesar di Indonesia setelah PT Evonic Peroxide,” terang Direktur Utama Sumber Global Energy Welly Thomas secara tertulis, Selasa, (12/12/2023).
Manajemen menginformasikan, kebutuhan bahan baku utama Pabrik HPI, yaitu hidrogen (H2) akan dipasok sepenuhnya oleh PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk (BMSR). BMSR adalah penyalur tunggal domestik produk-produk kimia dari PT Sulfindo Adiusaha.
Welly mengatakan, pembangunan pabrik tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan Indonesia akan H2O2, yang total impornya diperkirakan mencapai 40.000 metrik ton dengan konsentrasi 50% pada 2023.
Sedangkan permintaan hidrogen peroksida di Asia Tenggara diperkirakan akan terus pulih, terutama permintaan dari sektor tekstil dan kimia. Permintaan hydrogen peroxide dari Asia Tenggara pun diperkirakan tumbuh 4,5% per tahun sampai tahun 2030. Taraf ini, di atas pertumbuhan PDB regional sebesar 4% pada periode sama.
“Hydrogen peroxide adalah bahan kimia ramah lingkungan yang bisa digunakan untuk berbagai sektor, mulai dari pulp and paper, tekstil, hingga pertambangan,’ ujar Welly.

