Laboratorium Uji Perangkat Telkom (TLKM) Ternyata Sumbang Pendapatan, Tahun Lalu Tumbuh 13%
BANDUNG, investortrust.id – Laboratorium uji perangkat jaringan dan infrastruktur telekomunikasi milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), ternyata turut menyumbang pendapatan ke kas perusahaan induk. Fasilitas bernama Telkom Test House (TTH) bahkan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 13% tahun lalu.
Operation Senior Manager Infrastructure Research & Assurance Telkom, I Gede Astawa menjelaskan, TTH setidaknya mampu mengantongi pendapatan Rp 15 miliar per tahun. Namun penghasilan fasilitas uji ini pada 2023 telah mencapai sekitar Rp 17 miliar.
“Bagi laboratorium, itu besar ya. Jangan lihat kontribusi ke perusahaan induk. Sebab bagi laboratorium, nilai itu cukup besar karena memang kami juga tidak bisa men-charge customer terlalu tinggi,” ujar Astawa, menjawab investortrust.id beberapa waktu lalu.
Dia menegaskan, biaya pengujian yang mahal akan memengaruhi harga jual alat yang diuji sehingga Telkom turut berupaya untuk tidak menambah beban pengembangan produk.
Baca Juga
Telkom Punya DigiTiket, Solusi Digitalisasi Bisnis UKM Wisata
Pemasukan TTH berasal dari layanan uji perangkat jaringan dan infrastruktur telekomunikasi untuk operator lain. Pasalnya Telkom masih memiliki sekitar 50% kelebihan kapasitas uji yang dapat dijual kepada pelanggan lain.
Sebagai gambaran, TTH telah melakukan lebih dari 600 uji perangkat dan layanan telah sepanjang 2023.
“Operator biasanya (yang menggunakan layanan uji), pengguna alat. Kalau kami memang 50% (dimanfaatkan untuk) internal, supaya alat kami tidak perlu diuji di luar sehingga lebih ekonomis. Kelebihan kapasitas kami jual keluar jadi banyak juga operator yang mengujikan ke kami, terutama untuk alat ukur optik, frekuensi, umumnya itu alat ukur radio,” papar Astawa.
Telkom Test House memiliki lima kelompok laboratorium yaitu laboratorium kabel dan aksesoris fiber to the home (FTTH), laboratorium transmisi, laboratorium kalibrasi, laboratorium device, dan laboratorium energi.
Baca Juga
Digitalisasi Telkom di Sektor Kesehatan Permudah Pengelolaan Rumah Sakit
Seluruh fasilitas laboratorium itu dimanfaatkan Telkom untuk memastikan setiap perangkat telekomunikasi yang digunakan telah memiliki sertifikat yang terakreditasi, sehingga menjamin mutu layanan yang diberikan.
Terdapat tiga jenis pengujian yang dilakukan di laboratorium tersebut, yakni quality assurance (QA), type approval (TA), dan voluntary test (VT). Perlu diketahui, QA merupakan uji perangkat telekomunikasi yang digunakan di internal Telkom menggunakan referensi uji STEL (Spesifikasi Telekomunikasi Internal Telkom).
Kemudian, TA merupakan uji perangkat telekomunikasi untuk pihak eksternal yang menggunakan referensi uji item test yang telah disepakati bersama.
Sementara itu, VT merupakan uji perangkat telekomunikasi atau teknologi baru dari vendor atau mitra yang akan masuk ke pasar Indonesia menggunakan referensi uji peraturan dan kebijakan pemerintah, serta standar internasional lainnya.
Baca Juga
PT Telkom (TLKM) Mau Transfer Aset Fiber Optik ke InfraCo, Berapa Nilainya?
“Ketiga layanan tersebut menawarkan pengujian yang komprehensif bagi pengujian perangkat telekomunikasi,” tambah Executive General Manager Divisi Digital Connectivity Service Telkom Teuku Muda Nanta.
Melalui Telkom Test House, Telkom juga mendukung kolaborasi dengan industri dalam negeri agar dapat bersaing, dengan meningkatkan komponen TKDN sehingga dapat menyerap industri dalam negeri.

