Bergerak Tidak Wajar, Saham BIPI Masuk Radar UMA
JAKARTA, investortrust.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar atau di luar kebiasaan pada saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Untuk itu BEI menilai BIPI layak masuk radar UMA (Unusual Market Activity).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, Pengumuman UMA disampaikan dalam rangka memberikan perlindungan bagi investor.
‘’Informasi terakhir yang diketahui mengenai BIPI adalah informasi mengenai laporan bulanan registrasi pemegang efek pada tanggal 11 Desember 2023 melalui website PT Bursa Efek Indonesia,’’ urai Yulianto Aji Sadono dalam Pengumuman UMA yang dilansir, Rabu (27/12/2023).
Namun, kata Aji, BEI menyatakan pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Baca Juga
CGS CIMB Securities Tiba-tiba Genggam 8,84% Saham Astrindo (BIPI)
“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BIPI tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tandas Yulianto Aji Sadono.
Oleh sebab itu, BEI mengimbau investor untuk memperhatikan jawaban Perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja Perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.
Disarankan juga untuk mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Baca Juga
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi, pelabuhan dan crusher, dan jasa perdagangan dan pertambangan.
Hingga September 2023, BIPI telah mencatatkan pendapatan sebesar US$ 493,31 juta, menguat 1.310 secara year on year dari US$ 34,98 juta per kuartal III-2022.
Dari sisi bottom line BIPI tercatat membukukan laba bersih sebesar US$ 34,7 juta di kuartal III-2023, naik sebesar 236% dari posisi 10,32 juta di akhir September 2023.
Sementara harga saham BIPI tercatat bertengger di Rp 101 per saham pada sesi I perdagangan, Rabu (27/12/2023). Harga tersebut mengalami penurunan 6,48% dari harga pada awal Desember 2023.

