Peningkatan Tak Wajar, Saham INPP Masuk UMA BEI
Berdasarkan data IDX Mobile, dalam sepekan harga saham INPP telah naik 24%. Adapun saham INPP ditutup menguat 9,74% menjadi Rp 1.070 dalam penutupan perdagangan Kamis (15/02/2024).
“Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) di luar kebiasaan (UMA),” ujar Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari, dalam keterangan tertulis pada Kamis (15/02/2024).
Baca Juga
Indonesia Paradise (INPP) Siapkan Capex Terbesar Sepanjang Sejarah Perseroan
BEI menyatakan, informasi terakhir yang didapat dari perusahaan tercatat adalah mengenai penjelasan atas volatilitas transaksi pada tanggal 13 Februari 2024. BEI saat ini sedang mencermati perkembangan atas pola transaksi saham INPP.
Perhatikan Jawaban Perusahaan
Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di pasar modal. BEI menghimbau para investor saham untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa, serta mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasi.
Selain itu, diharapkan para investor meninjau kembali rencana corporate action dari perusahaan, apabila rencana ini belum mendapat persetujuan dari RUPS. Selain itu, melakukan pertimbangan terhadap berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sementara itu, INPP telah menargetkan kenaikan pendapatan hingga 20-30% pada tahun 2024. Hal ini diupayakan dengan peresmian dan pengoperasian hotel Hyatt Place di Makassar, penyelesaian apartemen Antasari Place, serta pembangunan 23 Paskal Extension Bandung dan 23Semarang yang berbasis bangunan hijau atau green building.
Baca Juga
Bank Muamalat Bidik Pertumbuhan KPR Double Digit Capai Rp 5,3 Triliun
CEO PT Indonesia Paradise Properti Tbk Anthony Prabowo Susilo mengatakan bahwa tahun 2024 menjadi satu titik pertumbuhan tertinggi dalam sejarah perseroan. Paradise Indonesia menganggarkan Rp 1 triliun untuk capex (capital expenditure) atau belanja modal pada tahun 2024.
Angka belanja modal sebesar Rp 1 triliun tersebut akan dianggarkan untuk pelanjutan pembangunan Mall 23 Semarang, pembangunan extension dari mall Pascal di Bandung, pembangunan Antasari Place, serta pembangunan CBD di Balikpapan.

