Saham Meratus (KARW) Melesat 4.140%, Keluarga Menaro Ini Untung Nyaris Rp 1 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW), dulu Bernama PT ICTSI Jasa Prima Tbk, kembali melesat, sehingga total penguatan sahamnya telah mencapai 4.140% naik dari level Rp 50 pada akhir tahun 2023 menjadi Rp 2.120 pada perdagangan intraday di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/8/2024).
Berkat lompatan harga tersebut kapitalisasi pasar (market cap) perusaan logistic yang kini dikendalikan PT Saranakelola Investa milik keluarga Menaro ini mencapai Rp 1,2 triliun. Terjadi lompatan market cap lebih dari 41 kali dalam delapan bulan terakhir.
Dengan berlanjutnya kenaikan harga saham yang masih berada di papan pemantauan khusus (PPK) BEI ini, makan KARW tercatat sebagai saham dengan penguatan paling pesat di antara 936 saham yang tercatat di BEI. Bahkan, kenaikan harga saham KARW mengalahkan penguatan saham yang pernah ditorehkan emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu. Hingga pukul 10.00 WIB, saham KARW menguat Rp 185 (9,56%) menjadi Rp 2.120.
Baca Juga
Sedangkan investor yang paling diuntungkan atas penguatan saham ini adalah PT Saranakelola Investa, Perusahaan asal Surabaya pengendali grup Meratus, sebagai pemegang 80,28%. Sebagaimana diketahui Saranakelola Investa telah mengakuisisi sebanyak 471,35 juta (80,28%) saham KARW dari ICTSI Far East Ltd pada Februari 2024.
Berdasarkan data BEI, Saranakelola Investa yang juga induk usaha grup Meratus ini hanya menggelontorkan dana senilai Rp 31,10 miliar untuk membeli sebanyak 471,35 juta (80,28%) saham KARW dengan harga eksekusi Rp 66 per saham. Bandingkan dengan harga penutupan saham KARW pagi ini berada di level Rp 2.120, sehingga total nilai saham KARW yang dimiliki Saranakelola nyaris sentuh Rp 1 triliun, tepatnya Rp 999,26 miliar.
Dengan membandingkan harga pembelian dan harga saham KARW saat ini, potensi keuntungan bersih Sarana Kelola yang dimotori Charle Menaro ini telah mencapai Rp 968,16 triliun.
Hingga kini, saham Meratus Jasa Prima (KARW) hingga kini masih diperdagangan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction akibat lompatan harga yang dratis.
Baca Juga
Lompatan Saham Meratus (KARW) dan Fortune (FORU) Kejar-Kejaran, Siapa paling Cuan?
Lompatan harga terjadi setelahICTSI Far East Ltd, selaku pengendali saham KARW, menandatangani perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) sebanyak 80,19% saham KARW kepada PT Saranakelola Investa, yaitu perusahaan pengendali integrator maritim dan logistic terkemuka di Indonesia hingga Asia Tenggara pada 22 Januari 2024.
Charle Menaro
Usai rencana pengambilalihan tersebut diumumkan, harga saham KARW mulai bangkit. Berdasarkan data penutupan perdagangan saham di BEI, Selasa (23/1/2024), saham KARW ditutup naik Rp 3 (5,88%) menjadi Rp 53. Saham KARW langsung bangun dari level gocap setelah berbulan-bulan.
Sebelumnya, Saranakelola bersama ICTSI Far East Ltd telah menuntaskan pembelian sebanyak 80,19% saham KARW pada 1 Februari 2024. Pemegang saham pengendali baru juga telah menuntaskan penawaran tender wajib atas saham KARW dengan harga Rp 66 per saham. Aksi ini membuat total saham KARW yang dikendalikan Saranakelola bertambah menjadi 80,28%. Saranakelola juga efektif mengganti nama ICTSI Jasa Parima menjadi Meratus Jasa Prima sejak 21 Mei 2024.
Grafik Saham KARW

