Harga Anjlok 53%, Pengendali Hotel Griptha (GRPH) Borong Saham dari Pasar
JAKARTA, investortrust.id – Saat listing perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), pengendali Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng memborong satu juta saham emiten pengelola Hotel Griptha Kudus, PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH).
Aksi borong tersebut dilakukan saat harga saham GRPH melemah hingga berada di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) Rp 130 per saham. Sebagaimana diketahui GRPH listing perdana saham di BEI pada 18 Januari 2024.
Baca Juga
Listing Perdana, Saham Hotel Griptha Kudus (GRPH) Anjlok Sentuh ARB
“Samuel Jeffrey membeli sebanyak 1 juta saham saham GRPH dengan harga pelaksanaan Rp 127 per saham pada 18 Januari 2024,” tulisn Dirut GRPH Alexius Kenny Putra Wijaya dalam penjelasan resminya di BEI, Jumat (9/2/2024).
Pembelian tersebut bertujuan untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung. Pembelian tersebut menjadikan Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng menjadi pemegang 5 juta saham GRPH bertambah dari sebelumnya hanya 4 juta saham. Sedangkan PT Mulia Jaya Palma tetap bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 79,6% saham.
Adapun pada penutupan perdagangan saham terakhir pekan ini, saham GRPH ditutup level Rp 62. Dengan demikian, saham ini telah anjlok lebih dari 52% dalam perdagangan saham kurang dari sebulan atau terhitung sejak listing perdana.
Sebelumnya, Direktur Utama GRPH Alexius Kenny Putra Wijaya mengatakan, perseroan memiliki dua segmen bisnis, yakni hotel dan restoran. Perseroan mengoperasikan Hotel Griptha yang merupakan hotel terbesar dengan luasan 1,1 Ha dan satu-satunya hotel bintang 4 di Kota Kudus serta menjadi icon kota Kudus.
Baca Juga
Listing Besok, Saham Hotel Griptha Kudus (GRPH) Masuk Daftar Efek Syariah
Sedangkan dari IPO saham, perseroan menawarkan sebanyak 200 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 130 per saham, sehingga total dana yang diraup Rp 20,60 miliar. Dana hasil IPO akan dialokasikan sekitar 48,76% untuk peningkatan sarana hotel, seperti pembelian perlengkapan kamar hotel, kemudian pembelian perlengkapan ruang meeting, alat-alat kebugaran, kendaraan serta alat-alat dapur.
Selanjutnya sekitar 4,13% akan digunakan untuk pembuatan empat gerai beserta pembelian peralatan dan perabotan restoran cepat saji Perseroan dengan nama The Flamexpress. Sekitar 3,36% dana hasil IPO akan digunakan untuk biaya sewa 4 lokasi gerai baru The Flamexpress selama jangka waktu satu tahun. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan.

