IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.356, Saham BUMN Konstruksi Jadi Bintang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/8/2024), ditutup melesat sebanyak 59,02 poin (0,81%) menjadi 7.356,65. Pergerakan indeks dalam rentang 7.286,55-7.366,65 dengan nilai transaksi Rp 7,66 triliun.
Torehan tersebut menjadi level tertinggi IHSG terhitung sejak 26 Maret 2024. Lompatan tersebut sejalan dengan kenaikan pesat indeks bursa saham Asia, sepeti Nikkei Jepang, Hang Seng Hong Kong, dan Strait Times Singapura. Adapun saham emiten BUMN konstruksi menjadi bintang sepanjang hari ini dengan lompatan harga.
Baca Juga
Yield Setara 7,5%, Multipolar (MLPT) Tetapkan Dividen Interim Rp 206,25 Miliar
Faktor utama kenaikan indeks ditopang lompatan indeks saham sektor konsumer primer 2,99%, sektor energi menguat 2,11%, sektor transportasi naik 2,30%, sektor teknologi menguat 1,57%, dan sektor keuangan naik 1,01%. Sebaliknya saham sektor industri turun 0,51%.
Sedangkan saham dengan penguatan paling pesat dicatatkan, tiga saham ini torehkan penguatan hingga auto reject atas, yaitu saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) naik Rp 52 (24,30%) menjadi Rp 266, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menguat Rp 820 (24,85%) menjadi Rp 4.120, dan PT Sona Topaz Tbk (SONA) melesat Rp 305 (25%) menjadi Rp 1.525.
Penguatan serupa juga melanda saham PT Wika Bangunan Gedung Tbk (WEGE) sebanyak Rp 17 (26,15%) menjadi Rp 82, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) naik Rp 23 (27,38%) menjadi Rp 107, dan PT PP Tbk (PTPP) melesat Rp 88 (22,68%) menjadi Rp 476.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Raih Kontrak Jasa Penambangan Seumur Hidup, Nilainya Jumbo!
Sebaliknya penurunan melanda saham berikut, yaitu saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA), PT Golden Flower Tbk (POLU), PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI), PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), dan PT Era Graharealty Tbk (IPAC).
IHSG kemarin ditutup melesat sebanyak 40,62 poin (0,56%) menjadi 7.297,62. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 490 miliar, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 160,73 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 97,17 miliar, PT MD Pictures Tbk (FILM) Rp 39,44 miliar.
Grafik IHSG

