IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Saham Konstruksi BUMN Wajib Pantau
JAKARTA, investortrust.id - Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksi indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.465– 7.675, hari ini, Kamis (10/10/2024).
Seiring prediksi penguatan IHSG, Pilarmas merekomendasikan dua saham konstruksi BUMN, yaitu PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT Wijaya Karya Tbk (ADHI). Saham lain yang direkomendasikan yaitu, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA).
Pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh sentimen dari luar negeri yaitu risalah rapat komite pasar terbuka federal (FOMC), di mana pemangkasan tingkat suku bunga sebanyak 50 bps yang dilakukan oleh Powell pada bulan September, ternyata mendapatkan penolakan karena ternyata beberapa pejabat lebih menyukai pemangkasan 25 bps, meskipun sebagian pejabat juga mendukung keinginan Powell.
“Namun baik 25 atau 50 bps, semua pemangkasan mendapatkan persetujuan dari semuanya, bahwa biaya pinjaman harus diturunkan. Lagipula para pejabat melihat bahwa entime ini harus dilakukan untuk melindungi fase ekspansi ekonomi sekaligus mengatasi inflasi dan risiko terhadap tenaga kerja yang meningkat,” tulis Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam riset hariannya, Kamis (10/10/2024).
Baca Juga
Satu Pekan Suspensi, Saham Perdana Karya (PKPK) Diperdagangkan Lagi Hari Ini
Pilarmas mencermati bahwa The Fed akan tetap enti untuk mendorong inflasi untuk mengalami penurunan hingga 2%, namun dalam prosesnya The Fed ingin tidak terlalu banyak menemukan hambatan agar semuanya dapat berjalan dengan baik. Saat ini proyeksi level pengangguran naik lebih tinggi, dan hal tersebut menjadi perhatian dari The Fed.
Oleh dari pada itu, Pilarmas melihat justru rasanya para pejabat ternyata cukup khawatir apabila pemangkasan entime suku bunga dilakukan dalam nominal yang cukup besar, apabila ternyata data ketenagakerjaan masih cukup kuat. Sehingga, Pilarmas memproyeksi pemangkasan entime suku bunga berikutnya hanya akan terjadi sebanyak 25 bps.
“Namun apabila ternyata data ketenagakerjaan terus memburuk, maka opsi 50 bps akan entime terbuka lebih, entah 50 bps dalam bulan December ataukah 25 bps pada bulan November, dan 25 bps pada bulan December. Sehingga rasanya, baik 25 bps ataupun 50 bps, keduanya akan disukai oleh pelaku pasar dan investor,” papar Nico.
Selanjutnya, entiment dari dalam negeri yang dinilai Pilarmas akan mempengaruhi pergerakan pasar saham adalah rencana Presiden terpilih Prabowo Subianto berencana mengurangi tarif pajak penghasilan (PPh) badan dari 22% menjadi 20%.
Baca Juga
Pilarmas menilai, kebijakan ini memang akan menarik investasi asing dan mendorong pertumbuhan perekonomian dalam negeri.
“Apabila terdapat kebijakan pendukung yang dapat meningkatkan lapangan kerja maupun investasi sehingga, target rasio penerimaan pajak yang sebesar 23% di masa pemerintahan Prabowo– Gibran dapat tercapai,” pungkasnya.
Berikut ini adalah rekomendasi teknikal dari Pilarmas Investindo Sekuritas untuk perdagangan hari ini:
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI)
Support: 282
Resistance: 308
Target harga: 304
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
Support: 388
Resistance: 432
Target harga: 430
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)
Support: 920
Resistance: 980
Target harga: 970.

