Parah! IHSG Ambrol 4%, Terdalam Tiga Tahun Terakhir
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) intraday sesi II, Senin (5/8/2024), telah ambrol 301 poin hampir 4,10% hingga mencapai 7.004 sampai pukul 14.10 WIB. Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan sejumlah bursa saham Asia lainnya.
Seperti indeks Nikkei anjlok lebih dar 12%, indeksp Kospi 8,77%, Strait Times turun 4,84%, indeks Taiwan melemah 8,35%, dan indeks Malaysia terjerembab 3,48%. Penurunan bursa saham Asia dipicu kekhawatiran ekonomi Amerika Serikat (AS) bakal lebih buruk, dibandingkan perkiraan semula.
Baca Juga
Analis Sarankan Akumulasi Saham Konsumer di Tengah Penurunan IHSG
Penurunan paling dalam melanda sejumlah sektor saham, seperti material dasar 5,67%, sektor energi 4,91%, sektor transportasi 4,06%, sektor properti 4,04%, dan sektor keuangan hampir 3%.
Pelemahan indeks tersebut berbanding terbalik dengan pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal-II 2024 tetap tumbuh mencapai 5,05% secara tahunan. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan-II 2024, bila dibandingkan triwulan-II 2023 atau secara year on year (yoy) tumbuh sebesar 5,05%.
Berdasarkan PDB pada kuartal-II 2024 atas harga berlaku tercatat sebesar Rp 5.536,5 triliun. Sementara itu, kata Edy PDB kuartal-II 2024 atas harga konstan yaitu Rp 3.231 triliun.
Baca Juga
OJK Tetapkan Saham PT Esta Indonesia Tbk (NEST) Sebagai Efek Syariah
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal-II 2024 ditopang seluruh lapangan usaha yang tumbuh positif. Tetapi, kata Edy, lima sektor yang menyokong pertumbuhan ekonomi pada kuartal-II 2024 yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. “Total kelima lapangan usaha tersebut sekitar 63,7% dari PDB,” kata dia.
Sementara itu, dari sektor pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang utama PDB. Sektor pengeluaran dari sisi ini, menyumbang distribusi sebesar 54,53% secara tahunan. Meski demikian, pertumbuhannya hanya 4,93%. Pertumbuhan terbesar sisi pengeluaran ditopang oleh konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT). Belanja LNPRT tercatat sebesar 9,98%.
Grafik IHSG

