Penjualan Naik Tipis, Inocycle (INOV) Masih Rugi Rp 30,1 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan daur ulang limbah plastik, PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 30,1 miliar pada semester I-2024.
Dalam paruh pertama tahun ini, penjualan neto perusahaan naik tipis dari Rp 302,59 miliar pada semester I-2023 menjadi menjadi Rp 306,6 miliar. “Relatif stabil atau naik 1% (yoy),” jelas manajemen dari pengumuman pada Jumat (2/8/2024).
Direktur Inocycle Technology Group Victor Choi menunjukkan, sebagian besar penjualan INOV semester kemarin didorong penjualan produk Re-PSF dengan kontribusi sebesar 75%.
Baca Juga
Inocycle (INOV) Berpotensi Kejatuhan "Durian Runtuh" Aturan Label AMDK
Volume penjualan Re-PSF tercatat meningkat 8,5% dibanding tahun sebelumnya (yoy). Di sisi ekspor, INOV berhasil menggenjot pertumbuhan penjualan 122% (yoy), sehingga porsi penjualan ekspor meningkat menjadi 20% dari total penjualan.
“Kami bersyukur bisa mempertahankan kinerja penjualan kami, sekaligus menumbuhkan penjualan,” ujar Victor.
Sejak Mei 2024, INOV mulai mengumumkan untuk merambah bisnis baru yaitu memproduksi chips daur ulang (rPET) yang merupakan proses penyempurnaan dari cacahan botol (bottle flakes) yang dihasilkan dari pengolahan botol PET bekas.
Bisnis baru tersebut diperkirakan berkontribusi terhadap pendapatan perseroan antara Rp 41 miliar hingga Rp 114 miliar per tahun.
Baca Juga
Hingga Paruh Pertama 2024, OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 12,36%
“Kami juga cukup optimistis mengenai potensi dari chips daur ulang (rPET) karena permintaannya cukup besar di pasaran,” imbuh Victor.
INOV memiliki kapasitas untuk memproduksi sekitar 12 juta sampai 15 juta kilogram resin chips per tahun. Setelah selesai menginstalasi mesin, perusahaan menargetkan penjualan sebesar 30% dari utilitas maksimum pada tahap awal. (CR-10)
Grafik Harga Saham INOV secara Ytd:

