Inocycle (INOV) Berpotensi Kejatuhan "Durian Runtuh" Aturan Label AMDK
JAKARTA, investortrust.id – PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) berpotensi kejatuhan "durian runtuh," sebagai dampak terbitnya peraturan baru Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 6 Tahun 2024 tentang Label Pangan Olahan.
Peraturan tersebut mewajibkan pelaku industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) untuk mencantumkan peringatan, ‘dalam kondisi tertentu, kemasan polikarbonat dapat melepaskan Bisphenol A (BPA) pada air minum dalam kemasan.’
Peringatan harus dicetak pada kemasan, jika menggunakan botol galon berbahan polikarbonat.
BPA dikategorikan sebagai zat kimia yang dapat mengganggu hormon. “Ada kemungkinan peraturan ini akan mendorong produsen AMDK untuk menggunakan botol berbahan PET (polyethylene terephthalate) sebagai pengganti botol polikarbonat,” jelas Direktur Inocycle Technology Victor Choi dalam keterangan resmi, Rabu (24/7/2024).
Bila hal itu terjadi, Victor meyakini akan ada peningkatan limbah plastik berbahan PET dan Inocycle menyatakan siap menyerap tambahan limbah produk PET dari industri AMDK. Dengan begitu, jumlah produksi perusahaan daur ulang limbah PET tersebut, bisa meningkat.
Baca Juga
Masuk ke Bisnis Air Minum Kemasan, Pertamina Retail Genjot Penjualan AMDK Bright via B2B
“INOV memiliki kapasitas untuk menyerap limbah dari botol PET baru tersebut, dengan memanfaatkan rantai pasokan Inocycle yang sudah tersebar di kota-kota di Indonesia,” tegas dia.
Sebagai perusahaan daur ulang limbah botol plastik terbesar saat ini, Inocycle mengoperasikan lima pabrik pencucian sampah botol plastik (washing facility) di Solo, Mojokerto, Medan, Makassar, dan Subang.
Lokasi-lokasi pencucian tersebut dipilih sehingga seluruh bahan baku sampah botol plastik PET yang dikumpulkan dari berbagai daerah, dapat diolah secara terintegrasi.
Manajemen berkomitmen, membangun rantai nilai (value chain) dari sampah plastik di kota-kota di Indonesia. Jaringan pengolahan limbah PET tersebut juga diatur sedemikian rupa sehingga lebih efisien dari segi biaya dan proses logistik.
Tahun lalu, perusahaan telah membuka fasilitas pencucian kelima di Subang, Jawa Barat dengan kapasitas 12.000 metrik ton (MT) per tahun. Penambahan ini membuat total kapasitas fasilitas pencucian Inocycle kini melampaui 40.000 MT per tahun.
Baca Juga
PTBA Sebut Digitalisasi Pertambangan Langkah Penting Optimalisasi Aset
Sebelumnya, pada Kuartal I-2024, total penjualan Inocycle mencapai Rp 151,6 miliar. Produk Recycled Polyester Staple Fiber (Re-PSF) memberikan kontribusi sebesar 76% dari total penjualan tersebut.
Namun perlu diketahui bahwa pada periode yang sama, perusahaan juga masih menanggung rugi tahun berjalan sebesar Rp 18,16 miliar, meski nilai penjualan naik 4,4% (yoy).
Tahun ini, Inocycle menargetkan peningkatan penjualan dan ekspor Re-PSF, serat sintetis dari sampah botol PET daur ulang yang digunakan untuk isian boneka, jaket, sepatu, dan lainnya.
Victor menjelaskan, target tersebut dilatarbelakangi kinerja penjualan ekspor Re-PSF tahun lalu yang sekitar 73% dari total penjualan Januari-September 2023. (CR-10)
Grafik Harga Saham INOV secara Ytd:

