Buka-bukaan! Gubernur BI Ungkap Alasan BI Rate Belum Diturunkan
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo membuka alasan mengapa BI Rate tak kunjung diturunkan hingga kini, meskipun inflasi telah terkendali dan turun.
“Kenapa BI rate dipertahankan level 6,25% dalam dua bulan ini? Karena mestinya BI Rate sudah turun,” kata Perry, saat menyampaikan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) saat di Kantor Pusat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Baca Juga
Perry: Rupiah Menguat Didukung Kebijakan BI dan Fundamental Ekonomi
Sebagai gambaran, inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Juni 2024 tercatat 2,51% secara tahunan. Angka inflasi ini terkoreksi menjadi 2,13% secara tahunan pada Juli 2024.
Perry mengakui, BI Rate seharusnya ditentukan oleh proyeksi inflasi ke depan. Sementara, inflasi tahun ini berada pada titik kisaran 2,5% plus minus 1% dengan inflasi inti bergerak naik dari Juni 2024 sebesar 1,9% menjadi 1,95% pada Juli 2024.
Dia menyebutkan, keputusan menahan BI Rate, karena melihat risiko global. Dia ingin melihat dampak risiko global dapat terkendali terlebih dulu efeknya di dalam negeri.
Baca Juga
“Karena inflasi inti rendah dan kemungkinan ke depan juga rendah, mestinya BI Rate itu turun. Cuma memang belum bisa turun, karena kami harus fokus memitigasi risiko global,” kata dia.
Perry menjelaskan, untuk memitigasi risiko global, BI fokus kepada intervensi foreign exchange. Intervensi yang dilakukan BI, kata dia, juga dilakukan di pasar spot dan valuta asing. “Dan jumlah cadangan devisa cukup,” kata dia.
Baca Juga
Menkeu: Lemahnya Modal Asing Masuk akibat Pemilu di Negara Maju
Karena tak bisa terus menerus mengintervensi dengan valuta asing, BI mendorong penggunaan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk membantu stabilitas nilai tukar. Ini karena pada kuartal-I 2024, Surat Berharga Negara (SBN) mengalami outflow sebesar US$ 1,82 miliar.
“Kami sampaikan memang dari kebijakan APBN memang belum perlu menaikkan penjualan atau lelang SBN. Belum perlu karena belum perlu sehingga kami koordinasikan untuk SRBI-nya kami dorong,” kata dia.
Grafik BI Rate

