Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, BBNI, BBTN, PWON, GJTL, dan PANI
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berpotensi melemah, dengan pergerakan di range 7.230-7355. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Tabungan Negara (BBTN), Pakuwon Jati (PWON), Gajah Tunggal (GJTL), dan Pratama Abadi Nusa Industri (PANI).
“Di tengah pelemahan bursa saham global, kemarin, IHSG menguat sebesar 0,97% ke level 7.325. Penguatan ini ditopang oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang akan diikuti pula oleh BI. Selain itu, rilis data inflasi domestik yang baik, inflasi Juli di level 2,13% year on year dan deflasi 0,18% month on month,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Baca Juga
Terimbas Dolar, Harga Emas Turun Tipis dari Level Tertinggi Dua Pekan
Head of Research Mega Capital Sekuritas mengatakan, investor asing mencatatkan net buy di pasar reguler sebesar Rp 860 miliar. Lima saham yang paling banyak diakumulasi yaitu BMRI, BBCA, KLBF, TPIA, dan INDF.
Seiring meningkatnya optimisme pemangkasan suku bunga The Fed, secara sektoral, IHSG ditopang oleh sektor properti dan keuangan yang masing-masing menguat 1,28% dan 1,09% kemarin. Namun, sektor infrastruktur dan industri melemah sebesar 0,44% dan 0,40%.
Sentimen Global
Sementara itu, pasar saham global tercatat mengalami koreksi. Hal ini terimbas sentimen ekonomi Amerika Serikat melemah.
Setelah pelaku pasar euforia merespons komentar dovish Ketua The Fed Jerome Powell pada FOMC hari sebelumnya, kemarin waktu setempat, pelaku pasar dikejutkan oleh berbagai rilis data ekonomi AS yang realisasinya lebih rendah dari estimasi.
Baca Juga
Harga Minyak WTI Jatuh Lebih dari 2% Dipicu Kekhawatiran Ekonomi AS
Atas kekhawatiran efek domino perlambatan ekonomi AS, bursa saham Eropa turut terkoreksi. Mayoritas bursa Asia juga terkoreksi, dikarenakan berlanjutnya sentimen negatif dari perlambatan pemulihan ekonomi Tiongkok pascarilis data Purchasing Managers' Index (PMI) yang lemah.
"Hari ini pelaku pasar akan fokus pada berbagai rilis data tenaga kerja AS seperti nonfarm payroll (NFP) dan tingkat pengangguran," ucapnya.

