Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, TLKM, PGEO, ADMR, HOKI, dan GJTL
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melemah, dengan indeks diperkirakan bergerak di range 7.230-7.320 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Telkom Indonesia (TLKM), Pertamina Geothermal Energy (PGEO), Adaro Minerals Indonesia (ADMR), Buyung Poetra Sembada (HOKI), dan Gajah Tunggal (GJTL).
“Berbeda dengan bursa Asia, kemarin, IHSG berhasil melanjutkan penguatan sebesar 0,24% ke level 7.287. Penguatan IHSG ditopang oleh berlanjutnya tren penguatan rupiah terhadap USD, hal ini memberi sentimen positif, secara khusus pada sektor industrial yang berhasil memimpin penguatan indeks sektoral sebesar 0,52%,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam per 1 Gram Turun Kamis Pagi, Cek Rinciannya
Di tengah penguatan IHSG yang terjadi, kemarin, masih terdapat indeks harga saham sektor yang melemah. Ini adalah indeks sektor teknologi sebesar 0,71%.
Sementara itu, investor asing mencatatkan aksi net sell di pasar reguler dengan nilai yang relatif terbatas yaitu Rp 28 miliar. Sentimen positif berasal dari komentar dovish Ketua The Fed Jerome Powell, yang berpotensi menopang penguatan sektor teknologi dan properti.
Bursa Global Rally
Sementara itu, bursa saham global mayoritas kompak rally kemarin waktu setempat. Hal ini berkat komentar Powell.
Pada pertemuan Komite Jasa Keuangan DPR Amerika Serikat, Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan keyakinannya dalam memerangi inflasi di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu. Bahkan dengan data-data terkini, ia melihat ekonomi AS semakin dekat dengan kondisi soft landing, di mana hal itu terlihat mustahil pada 2022 saat inflasi AS mencetak rekor tertinggi dalam 40 tahun terakhir.
Dengan komentar tengah tahun The Fed, pelaku pasar semakin optimistis suku bunga akan dipangkas setidaknya 2 kali di tahun 2024. Bursa saham AS merespons positif dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq yang kembali mencetak rekor tertinggi selama 5 hari berturut-turut.
Baca Juga
Bursa saham Eropa juga rebound setelah komentar dari Kepala Ekonom Bank of England (BoE) Huw Pill yang menegaskan peluang pemangkasan suku bunga di masa depan, namun saat ini inflasi dan pasar tenaga kerja masih terlalu kuat. Selain itu, saham produsen otomotif Eropa kompak rebound seiring penerapan kenaikan tarif kendaraan asal Tiongkok.
Di Asia, rilis data inflasi Tiongkok periode Juni naik tipis 0,2% year on year. Ini lebih rendah dari estimasi pasar dan data bulan lalu.
(Disclaimer on)

