IHSG Ditutup Melesat 70 Poin, Enam Saham ARA!
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/8/2024), melesat sebanyak 70,22 poin (0,97%) menjadi 7.325. Pergerakan indeks dalam rentang 7.255-7.325 dengan nilai transaksi Rp 8,71 triliun.
Penguatan indeks ditopang mayoritas sektor saham, seperti saham sektor properti 1,28%, sektor keuangan 1,09%, sektor transportasi 0,79%, sektor energi 0,34%, dan sektor material dasar 0,56%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industri 0,40%, sektor kesehatan 0,07%, dan sektor infrastruktur 0,44%.
Baca Juga
Laba Bersih Sariguna Primatirta (CLEO) Naik 75%, Ini Sebabnya
Sedangkan saham dengan penguatan tertinggi hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) naik 34,25% menjadi Rp 98, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) naik 34,19% menjadi Rp 157, PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menguat 25% menjadi Rp 675, dan PT Sona Topas Industry Tbk (SONA) menguat 25% menjadi Rp 925.
Lonjakan hingga ARA juga melanda saham PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) melesat 25% menjadi Rp 450 dan PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) menguat 25% menjadi Rp 1.325.
Sebaliknya saham berikut catat penurunan paling dalam, yaitu saham PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP), PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS), PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN), PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME), dan PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY).
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis 13,9 poin (0,19%) menjadi 7.255,76 dengan nilai transaksi Rp 9,21 triliun. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 2,11 triliun. Net buy tersebut ditopang adanya crossing saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) senilai Rp 2,12 triliun melalui pasar negosiasi.
Kenaikan IHSG kemarin didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor industri 1,57%, sekot kesehatan 0,94%, sektor material dasar 0,72%, sektor properti 0,64%, sektor konsumer primer 0,40%, dan sektor keuangan 0,20%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, sektor konsumer non primer, dan sektor energi.
Grafik IHSG
