IHSG Naik Kembali ke Atas Level 7.300, Saham AIMS dan SONA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (1/8/2024), ditutup melesat 54,22 poin (0,75%) hingga kembali ke atas level 7.309. Pergerakan IHSG dalam rentang 7.255-7.317 dengan nilai transaksi Rp 4,78 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham, yaitu saham sektor keuangan, sektor material dasar, sektor energi, sektor teknologi, sektor properti, dan sektor kesehatan. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor infrastruktur dan sektor industri.
Baca Juga
RMK Energy (RMKE) Catat Laba Bersih Rp 126,18 Miliar di Semester I-2024
Di tengah lompatan IHSG, sejumlah saham ini torehkan kenaikan pesat, dua saham melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menguat 25% menjadi Rp 675 dan PT Sona Topas Industry Tbk (SONA) menguat 25% menjadi Rp 925.
Penguatan juga melanda saham PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) sebanyak 30,14% menjadi Rp 95, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) naik 28,21% menjadi Rp 150, dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) menguat 21,43% menjadi Rp 510.
Sebaliknya saham berikut catat penurunan paling dalam, yaitu saham PT Era Digital Media Tbk (AWAN), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA).
Baca Juga
Mitratel (MTEL) Gandeng AALTO Kembangkan HAPS Tenaga Surya untuk Daerah 3T
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis 13,9 poin (0,19%) menjadi 7.255,76 dengan nilai transaksi Rp 9,21 triliun. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 2,11 triliun. Net buy tersebut ditopang adanya crossing saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) senilai Rp 2,12 triliun melalui pasar negosiasi.
Kenaikan IHSG kemarin didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor industri 1,57%, sekot kesehatan 0,94%, sektor material dasar 0,72%, sektor properti 0,64%, sektor konsumer primer 0,40%, dan sektor keuangan 0,20%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, sektor konsumer non primer, dan sektor energi.

