Wijaya Karya (WIKA) Mulai Garap Proyek Rediversi MWRD di Kaltim Senilai Rp 550 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) secara resmi memulai pembangunan Proyek Rediversion of Muara Wahau Road Diversion (RE-MWRD) di Kalimantan Timur (Kaltim) yang ditandai dengan proses groundbreaking pada Jumat (26/7/2024). Proyek ini menelan biaya sebesar Rp 550 miliar.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito menyampaikan, nantinya proyek RE-MWRD akan mengalihkan kembali Ruas Jalan Nasional Simpang Perdau-Batu Ampar ke koridor semula dengan membangun jalan pengganti permanen sepanjang 18,9 km.
“Dengan dimulainya pembangunan proyek RE-MWRD ini, diharapkan proyek ini dapat selesai tepat mutu dan tepat waktu sesuai dengan rencana kerja sama serta tentunya memberikan dampak positif bagi infrastruktur dan meningkatkan kemudahan mobilitas di wilayah Kalimantan Timur,” kata Agung dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (1/8/2024).
Baca Juga
Wijaya Karya (WIKA) Kantongi Peringkat idBBB- dengan Prospek Stabil
Sebagai gambaran, proyek RE-MWRD ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan infrastruktur di wilayah Kalimantan Timur, khususnya dalam mendukung aktivitas transportasi, memperkuat konektivitas dan distribusi di area Muara Wahau.
Adapun dalam pengerjaannya, WIKA dipercayai sebagai kontraktor utama dengan lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan struktur dan drainase, serta pekerjaan perkerasan.
Dengan nilai kontrak yang diterima WIKA sebesar Rp 550 miliar, PT Kaltim Prima Coal (KPC) mempercayakan WIKA untuk mengerjakan proyek RE-MWRD yang meliputi persiapan badan jalan, pengaspalan, penanganan tanah yang ada, dan konstruksi baja, dengan target penyelesaian pada Desember 2025.
Baca Juga
WIKA Minta Suntikan Modal Rp 2 T buat 8 Proyek Termasuk Jalan di IKN
“Ini adalah sinergi lanjutan antara KPC dan WIKA. Ini menunjukkan bahwa KPC sebagai pemilik proyek masih percaya pada kualitas kerja dan penyampaian proyek WIKA,” ujar Agung.
Turut hadir dalam proses ini Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kutai Timur, Poniso Suryo; Kepala Biro Pengelolaan Barang Milik Negara PUPR, Darwanto; Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Siti Sumilah Rita; Kepala Subdirektorat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Afwan Fauzi; Chief Operating Officer KPC, Hendro Ichwanto; General Manager WIKA, Ngatemin; Direktur Hanata, Widodotomo.

