KPEI Gandeng Vermeg, Kembangkan Sistem Collateral Management
JAKARTA, investortrust.id – PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Vermeg, terkait pengembangan sistem collateral management.
MoU ditandatangani oleh Direktur KPEI Iding Pardi dan CEO Vermeg Baddredine Ouali. Langkah ini jadi komitmen kedua belah pihak untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam mendukung pengembangan infrastruktur pasar, serta meningkatkan layanan bagi anggota KPEI, khususnya terkait collateral management.
“KPEI telah bekerja sama dengan Vermeg sejak 2021 untuk pengelolaan collateral management melalui produk Megara dari Vermeg,” jelas Iding dalam keterangan resmi pada Selasa (30/7/2024).
Baca Juga
RUPS 2024, Begini Rencana Penggunaan Laba Bersih KPEI Tahun 2023 Rp 105 Miliar
Collateral management system atau custodian management system adalah solusi yang dirancang untuk mengelola aset perusahaan berupa jaminan dari konsumen atas transaksi kredit.
Sedangkan Vermeg merupakan perusahaan software internasional yang bergerak di bidang penyediaan solusi finansial digital, dan telah memiliki berbagai pengalaman dengan lembaga keuangan internasional di dunia.
Peningkatan kerja sama antara KPEI dan Vermeg diharap dapat memperkuat strategi digital perusahaan lewat kolaborasi yang mencakup collateral optimization, collateral assessment, dan customer onboarding.
Baca Juga
KSEI Gandeng IFG Life, S-MULTIVEST Resmi Layani Perusahaan Asuransi
Ada pula kolaborasi dari sisi default management, dan aplikasi-aplikasi lain yang mampu memberi nilai tambah bagi perusahaan dan pelaku pasar.
Dalam kesempatan tersebut, Iding menyambut antusias kolaborasi antara Vermeg dan KPEI dalam rangka memperluas peran sebagai central counterparty untuk pasar keuangan Indonesia.
“Dengan harapan, ini dapat menjadi pintu baru yang dapat memberikan kesempatan bagi anggota KPEI dan pelaku pasar lainnya atas manfaat dari aplikasi atau platform dengan teknologi terkini (cloud-ready application),” jelas dia.
Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat berperan dalam pengembangan infrastruktur dan efisiensi pasar keuangan di Indonesia. (CR-10)

