JPMorgan Lansir Platform Blockchain, Tokenized Collateral Network (TCN)
JAKARTA, Investortrust.id - JPMorgan, bank raksasa Amerika Serikat, memperkenalkan aplikasi tokenisasi berbasis blockchain internalnya, yang disebut Tokenized Collateral Network (TCN), pada Rabu (11/10/2023). Seperti dilaporkan Bloomberg, TCN telah memulai debutnya lewat perdagangan pertamanya untuk raksasa pengelolaan aset, BlackRock.
Tokenized Collateral Network adalah aplikasi yang memungkinkan investor menggunakan aset sebagai jaminan. Dengan teknologi blockchain, investor dapat mentransfer kepemilikan jaminan tanpa harus mengubah catatan aset yang mendasarinya.
Baca Juga
Bank JP Morgan's Chase Larang Transaksi Kripto Mulai Oktober 2023
Dalam perdagangan beragunan pertama yang dilakukan secara publik antara JPMorgan dan BlackRock, TCN mengubah porsi dari salah satu dana pasar uangnya menjadi token digital, yang kemudian ditransfer ke Barclays bank sebagai jaminan untuk transaksi derivatif over-the-counter antara kedua perusahaan.
Uji internal pertama TCN dilakukan oleh JPMorgan pada Mei 2022. Setelah TCN dijalankan secara resmi, sejumlah klien lain dan transaksi lain sedang dalam proses atau rencana untuk menggunakan platform TCN. Platform ini juga akan menyederhanakan dan memperluas proses penyelesaian transaksi tradisional dengan menggunakan teknologi blockchain.Penggunaan teknologi terdesentralisasi membuat proses tersebut menjadi lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien.
Baca Juga
JP Morgan: Pembatasan Energi Fosil Bisa Dorong Harga Minyak ke US$ 150/Barel
Menurut Tyrone Lobban, kepala Onyx Digital Assets di JPMorgan, platform TCN baru memungkinan modal digunakan sebagai jaminan dalam transaksi yang berlangsung, meningkatkan efisiensi dalam skala besar. Platform ini memungkinkan penciptaan, transfer, dan penyelesaian aset tradisional yang di-tokenisasi. Platform juga memungkinkan pergerakan jaminan hampir secara instan, tidak seperti yang terjadi pada metode-metode sebelumnya.
Platform blockchain pun memungkinkan klien untuk mengakses likuiditas intraday melalui transaksi repo yang aman menggunakan jaminan yang di-tokenisasi, daripada bergantung padalini kredit yang mahal dan dianggap tidak aman. Klien eksternal yang setuju untuk melakukan perdagangan di blockchain memiliki node atau simpul mereka sendiri, dan mereka dapat menyelesaikan perdagangan sekaligus mengakses laporan lainnya.
Bank raksasa Amerika Serikat telah mengalami perkembangan yang signifikan dari awalnya mengkritik dunia terdesentralisasi, namun saat ini JP Morgan aktif terlibat dalam pengujian dan meluncurkan berbagai layanan yang terfokus pada blockchain dan kriptokurensi (crypto), sebagai tanggapan terhadap meningkatnya permintaan dalam bidang ini.Bank ini juga telah menggunakan solusi berbasis blockchain untuk menyelesaikan perdagangan dengan bank-bank India pada bulan Juni.

