Emiten Pelayaran (TAMU) Ini Cetak Laba US$ 8,04 Juta, tapi Sahamnya masih di PPK Harga Rp 8 per Unit
JAKARTA, investortrust.id – Emiten yang berada di papan pemantauan khusus (PPK), PT Pelayaran Tamarim Samudra Tbk (TAMU), mendadak bukukan lompatan laba tahun berjalan senilai US$ 8,04 juta pada semester I-2024, dibandingkan rugi tahun berjalan periode sama tahun lalu US$ 439,42 ribu.
Manajemen TAMU dalam rilis laporan kinerja keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/7/2024), menyebutkan kenaikan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih perseroan dari US$ 6,50 juta menjadi US$ 15,64 juta pada semester I-2024.
Baca Juga
Kenaikan pendapatan jauh di atas pertumbuhan beban pokok pendapatan dari US$ 6,07 juta menjadi US$ 7,07 juta. Alhasil laba kotor perseroan melesat dari US$ 428,97 ribu menjadi US$ 8,57 juta.
Perseroan juga berhasil menekan beban usaha dari US$ 288,49 ribu menjadi US$ 233,09 ribu, penurunan tersebut menjadikan Tamarin (TAMU) membukukan laba usaha US$ 8,33 juta, dibandingkan dengan rugi usaha semester I-2023 senilai US$ 288,49 ribu.
Baca Juga
Emiten Jagoan Lo Kheng Hong (GJTL) Ini Raih Lompatan Laba 60,72%
Dengan nilai tukar rupiah berkisar Rp 16.300, maka total laba bersih TAMU setara dengan Rp 131,15 miliar. Jika laba bersih ini dibagikan dengan total saham beredar perseroan mencapai 37,5 milia saham TAMU, maka total laba per saham perseroan setara dengan Rp 3,5 per saham, bandingkan dengan harga penutupan saham TAMU pada sesi I senilai Rp 8 per saham.
Pelayaran Tamarin (TAMU) merupakan perusahaan pelayaran yang sebagian besar sahamnya dikendalikan PT Andalan Lepas Pantai mencapai 80%. Sisanya dikendalikan pemegang saham publik sebanyak 20% saham.
Grafik Saham TAMU

