IHSG bisa Lanjutkan Penguatan, Saham ENRG dan SSMS Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/7/2024), berpeluang lanjutkan penguatan menuju area 7.374. Meski demikian penurunan lebih lanjut perlu diwaspadai.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Senin (29/7/2024), IHSG sedang memantul dari support MA20 dan berpotensi melanjutkan penguatan ke area resisten 7.374.
Baca Juga
Kinerja Unit Usaha Syariah dan Agenda Spin Off Lambungkan Prospek Saham BBTN
Sedangkan saham yang layak dicermati adalah ENRG direkomendasikan beli dengan target harga Rp 232-246 dan saham SSMS direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.105-1.160. Sebaliknya saham BUKA dan LPPF direkomendasikan jual.
Kemarin, IHSG BEI, Jumat (26/7/2024), ditutup sebanyak 47,89 poin (0,66%) menjadi 7.288,17. Pemodal asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 366,69 miliar.
Penyumbang utama net buy masih berasal dari saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 242,16 miliar. Saham bank dan emiten kapitalisasi terbesar ini telah dua hari beruntun menjadi saham buruan investor asing usai umumkan lompatan laba bersih sepanjang semester I-2024.
Baca Juga
Berkat Dukungan Industri Kripto, Kampanye Donald Trump Sukses Galang Rp 815 Miliar
Kenaikan IHSG kemarin ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi 1,31%, sektor transportasi 1,07%, sektor industri 0,91%, sektor konsumer primer 0,65%, dan sektor keuangan 0,52%. Adapun sektor teknologi dan kesehatan melemah.
Di tengah penguatan indeks, dua saham ini catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) naik Rp 54 (25%) menjadi Rp 270 dan PT Charnic Capital Tbk (NICK) menguat Rp 78 (24,84%) menjadi Rp 392.
Grafik IHSG

