Tiga Sekuritas Ini Revisi Naik Target Saham Sido Muncul (SIDO), Apa Pemicunya?
JAKARTA, investortrust.id– Sejumlah analis berlomba revisi naik target harga saham PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) atau Sido Muncul, menyusul pertumbuhan pesat laba bersih sebanyak 35,79% menjadi Rp 608,49 miliar pada semester I-2024, dibandingan realisasi tahun lalu Rp 448,10 miliar.
BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham SIDO dari Rp 790 menjadi Rp 810. “Kami memperkirakan pertumbuhan kinerja yang kuat masih melanda Sido Muncul pada semester II tahun ini,” tulis riset analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto.
Baca Juga
Laba Sido Muncul (SIDO) Melesat di Semester I, Lampaui Estimasi?
Dengan pertumbuhan volume dan nilai penjualan, dia mengatakan, laba bersih Sido Muncul diprediksi tetap kuat tahun ini. Pertumbuhan laba juga didukung ekspansi pasar ekspor. BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih SIDO menjadi Rp 1,19 triliun tahun ini, dibandingka raihan tahun lalu Rp 951 miliar.
Revisi naik target harga saham SIDO juga datang dari Sinarmas Sekuritas. Saham perusahaan jamu modern (SIDO) direvisi naik menjadi Rp 825 dengan rekomendasi add. Targe tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2024 sekitar 23,2 kali.
“Memasuki paruh kedua, pertumbuhan kinerja diprediksi tetap berlanjut didukung ekspansi ke pasar baru, seperti ekspor ke Vietnam dan penguatan pasar dalam negeri,” tulisnya.
Analis Sinarmas Sekuritas Vita Lestari menargetkan, laba bersih produsen Tolak Angin ini tahun 2024 meningkat menjadi Rp 1,05 triliun, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 951 miliar. Pendapatan perseroan juga diperkirakan menguat menjadi Rp 3,74 triliun dan net margin diharapkan meningkat menjadi 28% tahun ini.
Baca Juga
Divestasi Saham Rp 3,69 Triliun, Private Equity Affinity Tinggalkan Sido Muncul (SIDO)
Revisi naik target harga saham SIDO juga diberikan Sucor Sekuritas. Saham SIDO direvisi naik menjadi Rp 880 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target ini mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2025 sekitar 20,1 kali. Saham SIDO juga layak jadi pilihan didukung kemampuan kuat untuk menghasilkan arus kas positif kuat dan neraca keuangan yang bagus.
Analis Sucor Sekuritas Clara Nathania mengatakan, revisi naik ini mempertimbangkan berlanjutnya pertumbuhan kinerja pada paruh kedua tahun ini. Sedangkan raihan semester I-2024 telah merefleksikan 53% dari total target laba bersih SIDO yang diberikan Sucor Sekuritas dan consensus analis.
Lompatan laba tersebut ditopang kenaikan penjualan bersamaan dengan penurunan biaya bahan baku yang berimbas terhadap kenaikan net margin dari 27,1% menjadi 32,1%.
Baca Juga
Tanda-Tanda Pemulihan Sido Muncul (SIDO) Terlihat, Bagaimana Prospek Sahamnya?
Manajemen SIDO melalui rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Rabu (24/7/2024), menyebutkan bahwa kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan dari Rp 1,65 triliun menjadi Rp 1,89 triliun. Sebaliknya pertumbuhan beban pokok penjualan lebih rendah dari Rp 776,25 miliar menjadi Rp 792,88 miliar.
Alhasil laba bruto perseroan melambung dari Rp 877,54 miliar menjadi Rp 1,10 triliun. Perseroan juga berhasil menekan beban umum dan administrasi serta beban lain-lain. Hal ini membuat pertumbuhan laba usaha meningkat dari Rp 562,86 miliar menjadi Rp 759,40 miliar.
Kenaikan tersebut menjadikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menguat dari Rp 448,10 miliar menjadi Rp 608,49 miliar. Sedangkan laba per saham melesat dari Rp 14,94 menjadi Rp 20,28 per saham.
Grafik SIDO

