Saat IHSG kembali Anjlok 0,59%, Dua Saham Ini malah ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (25/7/2024), ditutup anjlok sebanyak 43,08 (0,59%) menjadi 7.219,68. Pergerakan dalam rentang 7.207-7.268 dengan nilai transaksi Rp 4,35 triliun.
Koreksi tersebut dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor transportasi melemah 1,97%, sektor material dasar melemah 1,36%, sektor teknologi 1,33%, sektor properti 1,29%, dan sektor industri 0,92%. Satu-satunya sektor yang menguat adalah kesehatan 0,29%.
Baca Juga
Turun Tipis, Laba AKR Corporindo (AKRA) Capai Rp 1 Triliun di Semester I
Walau IHSG turun, beberapa saham ini melesat, seperti saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) naik hingga auto reject atas (ARA) Rp 56 (35%) menjadi Rp 216 dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) melesat Rp 56 (24,78%) menjadi Rp 282.
Kenaikan juga melanda saham PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) naik Rp 44 (23,16%) menjadi Rp 234, PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) melesat Rp 44 (20,95%) menjadi Rp 254, dan PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) naik Rp 34 (11,64%) menjadi Rp 326.
Sebaliknya pelemahan dalam melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI), PT Eratex Djaja Tbk (ERTX), PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA).
Baca Juga
Laba Semester I Melonjak, Saham Sido Muncul (SIDO) Direvisi Naik
IHSG kemarin ditutup melemah 51,1 poin (0,70%) menjadi 7.262,76. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 368,77 miliar yang melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 287,40 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 179,92 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 106,46 miliar.
Faktor pemicu koreksi IHSG kemarin datang dari koreksi mayorita sektor saham, seperti sektor infrastruktur, sektor teknologi, sektor energi, material dasar, dan konsumer non primer. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor industri, sektor transprotasi, dan sektor konsumer primer.
Grafik ISHG

