Waspadai Koreksi Berlanjut, Saham BRPT dan SMRA Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/7/2024), berpotensi menguji support MA 20 di 7.232. Sedangkan saham BRPT dan SMRA layak dilirk hari ini.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hari ini menyebutkan bahwa IHSG memang masih berada di area trend bullish, tetapi tengah menguji level support MA 20 sebelum melanjutkan penguatan ke area resisten 7.374 dan 7.440. Pemodal disarankan untuk mewaspadai koreksi, apabila IHSG turun ke bawah support 7.213.
Baca Juga
Pasar Eropa di Zona Merah, Investor Soroti Kinerja Bank Regional dan 'Big Tech' AS
Saham BRPT direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.200-1.300 dan saham SMRA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 600-630. Sebaliknya saham PNLF direkomendasikan jual.
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi koreksi dalam bursa saham Wall Street semalam, yaitu Dow Jones terjunggkal 1,25%. Begitu juga dengan S&P500 terjun 2,31% dan Nasdaq tergelincir hingga 3,64%.
IHSG kemarin ditutup anjlok 51,1 poin (0,70%) menjadi 7.262,76. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 368,77 miliar yang melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 287,40 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 179,92 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 106,46 miliar.
Baca Juga
Laba Hermina (HEAL) Melesat 69,58% di Semester I-2024, Nilainya Segini
Pelemahan IHSG kemarin dipicu atas pelemahan sebagian besar sektor saham, seperti sektor infrastruktur, sektor teknologi, sektor energi, material dasar, dan konsumer non primer. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor industri, sektor transprotasi, dan sektor konsumer primer.
Saat IHSG terpuruk, lima saham ini torehkan lompatan haga, yaitu PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) menguat hingga auto reject atas (ARA) Rp 54 (34,62%) menjadi Rp 210. Penguatan ARA ini atas saham ini sudah hari kedua.

