Saham Bank Digital Merangkak Naik, Jago (ARTO) Pilihan Teratas Analis
JAKARTA, investortrust.id – Saham-saham bank digital telah menunjukkan penguatan dalam sebulan terakhir. Kenaikan tersebut sejalan dengan tren ekspektasi penurunan suku bunga global hingga Bank Indonesia pada paruh kedua tahun ini. Penguatan juga didukung terus membaiknya fundamental saham bank ini.
Berdasarkan data perdagagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sebulan terakhir atau hingga transaksi kemarin, saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) telah menguat 21,68% dari level Rp 765 menjadi Rp 895 dalam sebulan. Tak kalah dengan BBHI, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) melesat sebanyak 18% dari level Rp 2.100 menjadi Rp 2.350.
Begitu juga dengan bank digital lainnya, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menguat 12,50%, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) njaik 10,09%, dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) dengan kenaikan paling rendah dalam sebulan terakhir mencapai 5,62%. Sebaliknya saham PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) masih catatkan penurunan dalam sebulan terakhir.
Baca Juga
Laba Bersih Bank Jago Tembus Rp 22 Miliar, Melesat 24% di Kuartal I-2024
Lalu, apakah penguatan saham bank digital ini memasuki tren keberlanjutan? Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) Reza Priyambada mengatakan, penguatan saham-saham bank digital dalam sebulan terakhir ditopang membaiknya kinerja keuangan dan operasionalnya.
“Secara umum, bank-bank digital sudah mulai diterima oleh masyarakat dan memberikan pelayanan yang mungkin bisa saja sudah baik dan setara dengan bank-bank konvensional, sehingga berimbas pada kinerja operasional dan keuangannya,” ujarnya kepada investortrust.id di Jakarta, kemarin.
Terkait prospek saham ke depan, dia mengatakan, pelaku pasar akan memanfaatkan sentiment dan dinamika yang ada. Tentunya faktor fundamental akan menjadi perhatian pelaku pasar dalam memilih mana saham-saham bank digital yang dapat diinvestasikan maupun ditransaksikan.
Ke depan, Reza mengungkapkan, potensi pengembangan saham-saham bank digital masih terbuka luas dengan potensi calon nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan saham pilihan bank digital, yaitu AMAR, BBHI, AGRO, BANK, BBYB, ARTO, berdasarkan fundamentalnya.
Baca Juga
Bank Neo Commerce (BBYB) Sebut Akulaku Pembeli Siaga Rights Issue Rp 393 Miliar
Pandangan positif prospek saham bank digital juga diungkapkan analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi. Menurut dia, saham bank digital mulai menunjukkan penguatan dalam beberapa pekan terakhir, meski belum naik signifikan.
“Faktor utama penopang penggerak saham bank digital masih datang dari upaya bank tersebut untuk menuju profitabilitas. Faktor lainnya adalah concern terkait suku bunga dan likuiditas,” ungkapnya di Jakarta, Senin (22/7/2024).
Suku bunga, menurut dia, masih menjadi tantangan perbankan saat ini, seperti bank-bank digital. Begitu juga dengan persaingan sesama bank digital dan bank konvensional. Dengan ekspektasi suku bunga cenderung turun diharapkan kinerja bank digital akan terus membaik ke depan.
Baca Juga
Allo Bank (BBHI) Sebut Kinerja Melambung Berkat Sokongan Ekosistem CT Corp
Penguatan saham bank digital juga ditopang ekosistem yang bisa menjadi sentimen positif. Pada konteks ini, ARTO berada di barisan terdepan karena menjadi pionir di bisnis model ini dan tergabung dengan ekosistem PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). “Oleh karena itu, Ketika saham GOTO mengalami penguatan, ARTO juga akan terdorong menguat. Begitu juga dengan BBHI dengan eksosistem PT Bukalapak Tbk (BUKA),” terangnya.
Saham bank digital yang layak dicermati adalah saham-saham yang berhasil mencatatkan penguatan kinerja hingga kini. Di antaranya, Bank Jago (ARTO) yang berhasil mencatatkan kenaikan kinerja dan konsisten tumbuh secara berkualitas serta Bank Neo (BBYB) yang mulai membukukan laba.
Pakar transformasi digital, Dr. Bayu Prawira Hie mengatakan, pertumbuhan kinerja perbankan digital akan ditentukan oleh kemampuan pemasaran, memanfaatkan ekosistem yang tersedia. Di sisi lain, faktor digital maturity sangat menentukan perkembangan kinerja perbankan digital.
"Peningkatan pendapatan bank digital saat ini sangat tergantung pada upaya pemasarannya. Namun untuk bisa sustain dalam jangka panjang, bank digital perlu memperhatikan digital maturity secara keseluruhan," ujarnya.
Pilihan Teratas
Sementara itu, Tim riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terakhirnya menempatkan saham ARTO sebagai satu dari delapan saham pilihan sepanjang kuartal III tahun ini. Saham bank digital ini direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.500.
Tujuh saham bank lainnya adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 11.000, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan target harga Rp 7.400, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dengan target harga Rp 2.700.
BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan beli saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dengan target harga Rp 1.700, PT Indosat Tbk (ISAT) target harga Rp 13.300, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NICL) dengan target harga Rp 1.300, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan target harga Rp 700.
Baca Juga
Kolaborasi Dorong Bank Jago (ARTO) Kian Unggul, Begini Target Harganya
“Kami memperkirakan saham bank tetap menarik pada kuartal III tahun ini didukung potensi penguatan masih tetap pesat. Begitu juga dengan saham ARTO menjadi pilihan teratas untuk saham-saham bank digital,” tulisanya.
Pilihan utama delapan saham tersebut juga mempertimbangkan penurunan tekanan terhadap mata uang rupiah yang diharapkan berimbas terhadap likuiditas dana. Peningkatan likuiditas juga diperkirakan datang dari Bank Indonesia dengan pelonggaran sejumlah kebijakan.
Perbaikan ekonomi juga terlihat dari peluang peningkatan daya beli masyarakat pada paruh kedua tahun ini. Peningkatan ini diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan konsumsi.
Tingkat Maturitas
Soal tingkat maturitas seperti yang diungkap Bayu Prawira Hie, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 24/SEOJK.03/2023 Tentang Penilaian Tingkat Maturitas Digital Bank Umum. Ketentuan ini resmi berlaku sejak 14 Desember 2023 lalu.
Maturitas digital ini sangat memungkinkan dilakukan oleh perbankan, sembari menambahkan bahwa konsep maturitas di setiap bank memiliki kriteria yang sama. "Maturitas digital yang diminta oleh OJK sudah ada poin-poinnya dalam kertas kerja. Jadi kriterianya seragam untuk seluruh bank," ungkap Bayu.
Aspek maturitas digital bank ini akan menjadi perhatian penting pada ajang Digital Banking Awards 2024. Portal data dan berita ekonomi bisnis Investortrust.id bekerja sama dengan Intellectual Business Community (IBC) akan menggelar event tahunan “Digital Banking Awards 2024”. Saat ini, proses penilaian pada tahap self assessment pada masing-masing bank.
Grafik Saham Bank Digital dalam Sebulan

