Terburu-buru Jual Bitcoin, Jerman Kehilangan Potensi Cuan Rp 2 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Jerman baru-baru ini telah kehilangan keuntungan atau potential loss US$ 124 juta atau setara Rp 2 triliun dari Bitcoin, karena terlalu cepat menjual aset kripto teratas tersebut sebelumnya.
Melansir Cointelegraph, Senin (22/7/2024), negara bagian Saxony di Jerman telah menyelesaikan penjualan 50.000 BTC yang disita dari situs pembajakan film movie2k pada 13 Juli lalu. Penjualan tersebut menghasilkan dana segar sekitar US$ 2,87 miliar atau setara Rp 46,52 triliun.
Namun, tepat setelah penjualannya, harga Bitcoin meroket hingga 16,55% yang dipicu sentimen pasar terkait upaya pembunuhan terhadap mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang kemudian mendorong peluangnya untuk terpilih kembali di November mendatang.
Baca Juga
Kantor Kejaksaan Umum Dresden memerintahkan penjualan darurat Bitcoin pada Juni karena memperkirakan jenis aset kripto tersebut akan turun lebih dari 10%.
”Kondisi ini selalu dihadapi dengan Bitcoin yang fluktuatif karena fluktuasi harga yang sangat besar dan cepat,” tulis Kantor Jaksa Agung Dresden.
Baca Juga
Pemerintah Jerman Lepas Ribuan BTC, Anggota Parlemen: Stop Penjualan Bitcoin
Selain itu, kantor tersebut menekankan bahwa adalah hal ilegal bagi lembaga penegak hukum untuk berspekulasi tentang nilai barang yang disita, dalam hal ini Bitcoin. Terutama dengan menunggu harganya naik.
Sebaliknya, tujuan mereka dibalik penjualan darurat 50.000 BTC adalah untuk mengamankan dana untuk proses pidana terhadap movie2k.
“Dalam penjualan darurat ini yang belum pernah terjadi sebelumnya di Republik Federal Jerman, harga pasar yang wajar selalu tercapai," tulisnya.

