Bertemu State Secretary BMZ Jerman, Wamendag Ingin Genjot Ekspor RI ke Jerman
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan pertemuan bilateral dengan State Secretary of the Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (Bundesministerium für wirtschaftliche Zusammenarbeit und Entwicklung/BMZ), Niels Annen, di Berlin, Jerman.
Pada pertemuan tersebut, Wamendag Roro menekankan komitmen Indonesia mendorong berbagai upaya peningkatan ekspor UMKM Indonesia ke Jerman di samping mempercepat penyelesian perundingan perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA).
Wamendag Roro menjelaskan, saat ini Kemendag sedang fokus mendorong UMKM agar bisa ekspor. Hal ini mengingat kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia cukup besar, yakni sekitar 60%. Untuk itu, Kemendag memiliki program UMKM BISA (Berani Inovasi Siap Adaptasi) Ekspor.
“Dan diharapkan dapat diintegrasikan dengan program yang dimiliki Pemerintah Jerman, salah satunya melalui forum Komite Ekonomi dan Investasi Bersama Jerman-Indonesia (JEIC), yang sekaligus dapat menjadi wadah memperlancar fasilitasi perdagangan kedua negara," ujar Wamendag Roro dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/9/2025)
Salah satu komoditas yang didorong ekspornya yaitu kopi, mengingat tingginya minat terhadap kopi di kawasan Eropa dan banyak pelaku UMKM di industri tersebut. "Diharapkan ekspor kopi Indonesia ke Jerman dapat ditingkatkan," imbuh Wamendag Roro.
Baca Juga
Kemendag Luncurkan 2.357 Desa Bisa Ekspor, Siap Jadi Lokomotif Ekspor RI
Pada pertemuan tersebut, Wamendag Roro juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo pada kunjungan ke Brussel pada 13 Juli 2025 untuk menyepakati percepatan penandatanganan I-EU CEPA. Menurutnya, perjanjian perdagangan itu menjadi instrumen yang penting mengingat situasi geopolitik global yang fluktuatif saat ini.
“Perjanjian dagang dengan negara mitra diharapkan mampu meningkatkan nilai perdagangan kedua belah pihak, serta mengurangi ketergantungan terhadap suatu negara tertentu," lanjut Wamendag Roro.
Adapun dari pihak State Secretary Annen menyampaikan beberapa fokus program pemerintah Jerman, antara lain terkait kebijakan EU deforetation regulation (EUDR) yang cukup berpengaruh pada beberapa komoditas Indonesia. Annen mengatakan, BMZ terbuka untuk berbagai kolaborasi dengan Indonesia untuk memudahkan komoditas terdampak EUDR agar dapat memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan.
Pihak Jerman menyatakan akan aktif melakukan sosialisasi teknis implementasi EUDR melalui Import Promotion Desk (IPD). Selain itu, Pemerintah Jerman juga memiliki program German Desk yang akan diluncurkan di Jakarta dalam waktu dekat. Program ini berfungsi menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan Jerman, serta memberikan fasilitasi untuk mempermudah proses business to business.
Selanjutnya, BMZ juga menyampaikan terkait perdagangan berkelanjutan. BMZ telah bekerja sama dengan Bappenas pada Forum on Sustainable Palm Oil serta berbagai riset mengenai perdagangan berkelanjutan. Pemerintah Jerman juga terbuka untuk memiliki forum bilateral mengenai agenda deforestasi.

