KGI Sekuritas Terbitkan 2 Waran Terstruktur dengan Aset Dasar BBCA dan TLKM
JAKARTA, investortrust.id - PT KGI Sekuritas Indonesia resmi menerbitan dua seri waran terstruktur baru di Bursa Efek Indonesia, Jumat (19/7/2024).
Produk derivatif besutan KGI Sekuritas yang dicacatkan di BEI tersebut yakni, BBCAHDCF5A dengan saham dasar (underlaying securities) dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan TLKMHDCF5A dengan saham dasar dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Presiden Direktur PT KGI Sekuritas Indonesia, Antony Kristanto, mengatakan, langkah ini merupakan debut KGI Sekuritas untuk memperkenalkan 100 waran terstruktur sepanjang tahun 2024.
Baca Juga
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberikan persetujuan kepada KGI Sekuritas Indonesia sebagai penerbit dan penyedia likuiditas, sehingga dapat meluncurkan produk investasi baru ini, yaitu waran terstruktur.
Sebagai informasi, waran terstruktur ialah surat berharga yang diterbitkan oleh lembaga keuangan, yang memberikan hak kepada pembeli untuk membeli atau menjual aset dasar pada harga dan tanggal yang telah ditentukan.
“Waran yang kita terbitkan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan investasi yang beragam dan kompleks dari para investor,” kata Antony di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, (19/7/2024).
Lebih lanjut, dia merinci, waran terstruktur ini jatuh tempo pada 20 Januari 2025 dengan jangka waktu investasi selama 6 bulan. Adapun periode penawaran berlangsung dari 10-16 Juli, dengan tanggal pencatatan pertama pada 19 Juli.
Baca Juga
“Yang menarik adalah kedua waran terstruktur yang kami terbitkan, harga pelaksanaannya dekat dengan harga saham dasar (underlying) sehingga sangat bernilai dan menguntungkan investor,” ucap dia.
Antony mengatakan, aaat IPO, harga pelaksanaan TLKMHDCF5A ditetapkan sebesar Rp 3.000 atau dalam kondisi in the money yang artinya, harga acuan saham dasar lebih tinggi dibanding harga pelaksanaan.
“Sedangkan harga pelaksanaan BBCAHDCF5A ditetapkan sebesar Rp 10.000 atau dekat dengan harga saham dasar (underlying),” ungkap Antony. (CR-5)

