BEI: Masih Ada 3 Sekuritas dalam Pipeline Waran Terstruktur
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) membeberkan bahwa masih terdapat 3 sekuritas dalam pipeline structured warrant atau waran terstruktur.
“Kalau sekuritas di pipeline masih ada dua, tiga lagi. Jadi kita harapkan semua produk termasuk infrastrukturnya pada hari ini yang transaksinya sudah semakin meningkat.” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (19/7/2024).
Sebagai catatan, pada Jumat (19/7/2024) PT KGI Sekuritas telah menerbitkan dua waran terstruktur baru BBCAHDCF5A dan TLKMHDCF5A, dengan aset dasar dari BBCA dan TLKM. Nyoman berharap bahwa pencatatan waran terstruktur dari KGI Sekuritas sebagai Anggota Bursa (AB) ke -5 di pasar modal Indonesia tahun ini yang menerbitkan waran terstruktur, dapat mendorong lebih banyak AB yang menjadi penerbit maupun menjadi liquidity provider.
Baca Juga
KGI Sekuritas Terbitkan 2 Waran Terstruktur dengan Aset Dasar BBCA dan TLKM
“BEI senantiasa mendukung waran transaksi sehingga memberikan alternatif transaksi yang tentunya mendorong likuiditas pasar. BEI berharap bisa mendorong lebih banyak AB menjadi penerbit maupun liquidity provider,” tutur Nyoman.
Di samping itu, Nyoman menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi BEI saat ini adalah cara mengedukasi investor dalam mengenalkan produk-produk di luar saham.
“Dan tantangan kita adalah bagaimana mengedukasi. Mengedukasi dari investor kita, sehingga pengenalan tentang produk-produk termasuk yang semacam warrant yang mendapat lebih peredaran secara merata. Dan tujuannya adalah meningkatkan likuiditas di transaksi sebenarnya kita,” ujarnya.
Sebagai informasi, jumlah waran terstruktur yang mulai dicatatkan tahun pada 2022 terus berkembang, dari 13 pencatatan di tahun 2022 menjadi 182 pencatatan baru di 2023. Di sisi lain, transaksi tersebut juga menunjukkan peningkatan, menurut rata rata transaksi harian waran terstruktur pada tahun 2022 yang hanya 2,6 miliar dan di tahun 2023 relatif bertumbuh menjadi 3,4 miliar per hari.

