Potensi Cuan Menggiurkan, Saham Bank Amar (AMAR) dapat Rekomendasi ‘Buy’
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) direkomendasikan 'buy' dengan potensi cuan hingga sekitar 42% untuk jangka waktu 12 bulan ke depan. Hingga penutupan pasar saham, Kamis (18/7/2024), saham AMAR bertengger pada level Rp 222 per unit.
Rekomendasi beli saham AMAR disematkan oleh PT Kiwoom Sekuritas Indonesia dalam riset terbaru yang dikutip, Kamis (18/7/2024).
Head of Research PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai, kinerja Amar Bank yang solid dan efisien mencerminkan manajemen risiko yang efektif dan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kami yakin Bank Amar siap melangkah dengan arah gerak serta prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan ini, khususnya dalam pembiayaan UMKM,” kata Sukarno Alatas.
Baca Juga
Laba Bersih Amar Bank (AMAR) Naik 41,9% Capai Rp 48,86 Miliar di Kuartal I-2024
Solidnya kinerja AMAR tampak perolehan laba bersih pada kuartal I-2024, yang meningkat 41,9% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 48,86 miliar.
Kemudian upaya efisiensi operasional juga berhasil menurunkan rasio biaya terhadap pendapatan, terlihat dari rasio BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional) turun menjadi 83,84% di kuartal I-2024.
Sukarno memproyeksikan pendapatan operasional AMAR akan meningkat 26% YoY menjadi Rp 1,51 triliun pada akhir 2024, dengan laba bersih mencapai Rp 199 miliar atau naik 12% YoY.
Kiwoom Sekuritas juga menggarisbawahi peran sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam peningkatan signifikan kinerja Amar Bank, baik dari segi penyaluran kredit maupun pendapatan perusahaan.
AMAR tercatat menyalurkan total kredit mencapai Rp 2,75 triliun di kuartal I-2024 atau meningkat 14,7% YoY, dengan penyaluran kredit ke sektor UMKM mencapai 52%, lebih tinggi dibandingkan target penyaluran kredit pemerintah.
Rasio non-performing loan (NPL) AMAR juga berada di posisi paling rendah selama 3 tahun terakhir yakni 0,84% di kuartal I-2024, menggambarkan kesuksesan strategi penyaluran kredit secara prudent.
Baca Juga
Mengenai pembiayaan UMKM, riset Kiwoom Sekuritas menunjukkan bahwa pinjaman bank kepada UMKM di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga, hanya mencapai 21%.
Sukarno mengatakan, persepsi risiko tinggi dan kurangnya informasi keuangan membuat bank konvensional umumnya ragu memberikan pinjaman kepada UMKM.
Hal itu, kata dia lagi, menjadi ruang potensial bagi bank digital seperti Amar Bank yang sejak awal sudah fokus membangun fundamentalnya untuk mengisi peran ini.
“Riset kami menunjukkan bank digital seperti Amar Bank dapat menjangkau nasabah yang belum terlayani melalui platform digital dan jaringan agen yang luas. Selain itu, proses onboarding yang mudah dan cepat membuat layanan ini lebih menarik bagi UMKM,” kata dia pula.
Selain itu, riset Kiwoom Sekuritas juga menyoroti pemanfaatan data alternatif yang memungkinkan bank digital seperti Amar Bank melakukan penilaian kredit bagi UMKM yang lebih cepat dan akurat.
Dengan menggunakan algoritma machine learning, bank digital juga bisa mempercepat proses pemberian pinjaman dan menawarkan produk kredit yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan UMKM.
Grafik Harga Saham AMAR secara Ytd:

