Investor Gen Z dan Milienial Dominan di Pasar Saham, Potensi Tumbuhnya Menakjubkan
JAKARTA, investortrust.id – Jumlah investor kelompok Gen Z dan milenial begitu dominan di pasar saham saat ini. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Agustus 2023, jumlah investor pasar modal sebanyak 11,73 juta orang.
Jika data KSEI tersebut dielaborasi lebih jauh, porsi investor dengan rentang usia 18-40 tahun mencapai 80.3%. Itu artinya, kelompok ivestor dari kalangan Gen Z dan milenial mencapai 9,27 juta dari total 11,73 juta.
Gen Z merujuk pada mereka yang lahir antara tahun 1997 - 2012, atau saat ini berusia 11 - 26 tahun. Sedangkan milenial lahir pada rentang 1981 - 1996, atau saat ini berusia 27 - 42 tahun.
“Total SID yang sudah di-produced itu sekitar 15,86 juta. Dari angka ini, investor pasar modal sebanyak 11,73 juta (tumbuh 13,76% ytd),” kata Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat dalam acara Editor in Chief Gathering 2023 yang digelar BEI di Jakarta, Rabu (04/10/2023) malam.
Baca Juga
Investor Produk Keuangan Tembus 15,86 Juta SID, Termasuk 4,13 Juta Investor Tapera
Samsul menjelaskan, total investor produk keuangan di Indonesia sebanyak 15,86 juta SID, termasuk 4,13 juta SID dari peserta program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Dengan demikian, secara year to date jumlah investor tumbuh 12,62%.
Dari 11,73 juta investor pasar modal, Kelompok investor dengan usia di bawah 30 paling dominan karena mencapai 6,58 juta SID, atau setara 57%. Sedangkan investor dengan rentang usia 31-40 tahun sebanyak 2,69 juta orang atau 23,3%.
Potensi investor muda untuk terus tumbuh masih sangat besar. Berdasarkan data yang dipaparkan Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal Regional, Candra Fajri Ananda, jumlah investor muda baru sekitar sekitar 6% dari total 187,41 juta penduduk Indonesia yang berusia kurang lebih 20 tahun.
“Karena itu, generasi muda kami ajak menjadi basis investor individu di pasar modal agar turut berkontribusi membangun Indonesia,” ujar Candra dalam acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like IT) 2023 Edisi Ketiga secara virtual di Jakarta, Kamis (07/09/2023).
Baca Juga
Menurut Samsul Hidayat, sejauh ini investor masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Porsinya mencapai 68% dari total investor. Selanjutnya wilayah Sumatra sebayak 16%, Kalimantan 5%, Sulawesi 4%, Bali, NTB, dan NTT sekitar 3,54%, serta Maluku dan Papua sekitar 1,13%.
“Semua kepulauan di Indonesia, sudah tumbuh jumlah investornya. Ini juga berkat kerja keras dan kerja sama yang sangat erat SRO maupun OJK, dan angka itu terus bertambah. Mudah-mudahan dari hari ke hari perkembangannya jadi lebih proporsional ke depan, terutama nanti ketika IKN sudah ada di Kalimantan,” terang Samsul.
Perumbuhan jumlah investor yang pesat beriringan dengan pesatnya penambahan jumlah emiten baru dalam beberapa tahun terakhir. Sejak awal tahun sampai dengan hingga 9 Oktober 2023 atau year to date (ytd), emiten baru yang tercatat mencapai 70 perusahaan.
Baca Juga
Jumlah Listing Emiten Baru Pecah Rekor, Kinerja IHSG Cuma Naik Tipis-Tipis

