Kemenko Perekonomian Terus Dorong Tumbuhnya Talenta dan Literasi Digital
JAKARTA, Investortrust.id - Staf Ahli Bidang Transformasi Digital, Kreativita, dan Sumber Daya Manusia, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Edwin Manangsang menyebut pemerintah terus mendorong tumbuhnya talenta digital. Langkah ini untuk mewujudkan ekosistem ekonomi digital.
“Kami melakukan koordinasi terhadap kementerian-kementerian paling tidak upaya untuk literasi digital, untuk mendorong UMKM-UMKM kita untuk masuk ke ekosistem digital, dan bagaimana kita menciptakan talenta-talenta digital,” kata Edwin kepada Investortrust.id, seusai ajang anugerah Digital Banking Award, beberapa waktu lalu (14/12/2023).
Edwin mengatakan selain mendorong tumbuhnya literasi digital, Kemenko Perekonomian terus berkoordinasi kementerian terkait dan stakeholder. Terutama dari swasta dan perbankan, serta kelompok masyarakat.
Baca Juga
37 Bank Raih Digital Banking Awards 2023, BRI Sabet Best of The Best
“Untuk memenuhi kebutuhan akan talenta digital yang sampai 2030 kita membutuhkan 9 juta talenta digital, artinya 600 ribu orang per tahun,” kata dia.
Edwin mengatakan saat ini ada tiga tantangan utama dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia, di antaranya infrastruktur, SDM, dan regulasi.
“Ketiga hal ini yang menjadi pokok strategi ekonomi digital. Buku putih yang kita terbitkan kemarin itu, itu (masalah) utama yang kita dorong untuk bisa diselesaikan bersama-sama,” ujar dia.
Edwin mengatakan target ekonomi digital Indonesia yaitu pada tahun 2045. Target tersebut dilalui dengan bertahap.
“Tahap persiapan, tahap transformasi, dan tahap kepemimpinan,” ucap dia.
Baca Juga
Indonesia Masuki Fase Kepemimpinan Ekonomi Digital di 2045, Ini Syaratnya
Dengan kerangka target ini, Edwin berharap Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi digital nomor satu di ASEAN dan nomor lima di Asia.
Edwin mengapresiasi peran perbankan yang membantu mendorong penggunaan finansial digital. Langkah itu dapat membuat perekonomian lebih inklusif.
“Terutama dalam rangka kita mendorong masyarakat kita untuk masuk ke dalam inklusi keuangan digital,” ujar dia.
Seperti diketahui, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan menjelaskan potensi ekonomi digital Indonesia mampu menguasai 40% ekonomi digital ASEAN. Payment system digital Indonesia juga sudah menyentuh 5 negara di ASEAN dan dengan penggunaan QRIS tersebut sangat membantu perdagangan.
“Jadi, digitalisasi ini diharapkan kontribusi ekonominya 20%. Ini membutuhkan e-govt, kemudian pengungkit ekonomi, mulai dari manufaktur sampai e-commerce dan industri service atau kalau di digital sering kita sebut servisifikasi. Dan itu kalau berkontribusi 20% juga terhadap ekonomi, maka ini menjadi bagus,” pungkas Airlangga. (CR-7)

