Prediksi Pertumbuhan Laba 5-25% di Semester I, Lima Saham Bank Ini Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id– BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan performa keuangan emiten sektor bank sepanjang semester I lanjutkan pertumbuhan, meskipun dihadang peningkatan biaya dana (CoF) yang berimbas terhadap tekanan margin keuntungan bersih (NIM). Perbaikan performa perbankan mulai terlihat dari bulan ke bulan.
Diproyeksikan pertumbuhan laba bersih emiten perbankan bisa mencapai 5-25% sepanjang semester I-2024. Pertumbuhan tersebut didukung atas estimasi kenaikan kredit berkisar 13-20% bersamaan dengan pertumbuhann pendapatan lain-lain.
Baca Juga
Saham BRI (BBRI): Melesat hingga Mulai Diborong Asing, Bagaimana Targetnya?
“Kami memperkirakan pertumbuhan kredit yang kuat bersamaan dengan pertumbuhan pendapatan lain-lain dan penurunan biaya provisi bisa mengimbangi penurunan NIM berkisar 11-98 bps, sehingga emiten perbankan semester I-2024 diharapkan catatkan kenaikan laba bersih,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Rekomendasi Saham Bank
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas
Terkait kinerja Juni 2024, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, sudah terlihat tanda-tanda perbaikan dengan ekspektasi NIM mulai meningkat. Meski demikian NIM perbankan semester I diperkirakan berada dalam rentang 5,5% atau masih di bawah rata-rata NIM perbankan semester I tahun 2023 sekitar 6%.
Baca Juga
BRI Danareksa Sekuritas melanjutkan bahwa tekanan likuiditas dan penurunan kualitas asset tetap menjadi tantangan emiten sektor perbankan sepanjang semester I-2024. Sedangkan bank dengan tingkat pertumbuhan laba paling pesat semester I diharapkan dicatatkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Estimasi Laba Bank Semester I
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih BRIS mencapai 20,8% menjadi Rp 3,40 triliun pada semester I tahun ini dan diikuti BBCA dengan target pertumbuhan 10,8% menjadi Rp 26,79 triliun. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ditargetkan naik 5,1% menjadi Rp 26,50 triliun dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diprediksi naik 3,1% menjadi Rp 10,62 triliun.
Baca Juga
OJK: Peningkatan Suku Bunga Global Berdampak Variasi ke Perbankan Indonesia
Terkait arus modal asing terhadap saham perbankan, BRI Danareksa Skeuritas, terlihat mulai pembalikan arah dari net sell menjadi net buy. Di antaranya, pemodal asing mulai mencatatkan net buy saham BBRI senilai Rp 495 miliar sepanjang Juli 2024 berjalan, dibandingkan tiga bulan sebelumnya yang dirundung aksi jual saham.
Aliran Dana Asing di Saham Bank
Saat ini, tinggal saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang masih mencatatkan net sell pemodal asing dari daftar lima bank papan atas di Indonesia untuk Juli tahun ini. Net sell BBBNI Rp 344 miliar. Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai saham bank yang paling banyak diborong asing bernilai Rp 1,51 triliun.
Baca Juga
“Kami memperkirakan aksi beli asing terhadap saham perbankan focus terhadap bank dengan tingkat pertumbuhan kuat dan risiko rendah. Saat ini, saham BBRI terpantau mulai menjadi buruang pemodal asing,” terangnya.
Berbagai factor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor perbankan dengan saham pilihan teratas BBCA dan BBRI dan masing0masing target harga Rp 11.300 dan Rp 7.400. Saham BBNI juga direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.800 dan saham BRIS dengan target harga Rp 2.700.
Grafik Saham Bank

