Bukan Bitcoin, Ternyata Ini Aset Kripto yang Paling Digemari Investor Indonesia di Semester I 2024
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) membeberkan data terbaru terkait koin yang paling banyak dipegang oleh investor Indonesia.
Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti Tirta Karma Senjaya mengungkapkan, berdasarkan data yang dilaporkan Calon Pedagang Fisik Aset Kripto yang telah mendapatkan tanda daftar dari Bappebti, Tether (USDT) menjadi aset kripto yang paling digemari pelanggan berdasarkan nilai transaksi pada periode Januari sampai dengan Juni 2024.
Diluncurkan pada tahun 2014, Tether adalah platform berkemampuan blockchain yang dirancang untuk memfasilitasi penggunaan mata uang fiat secara digital. Tidak seperti aset kripto tradisional seperti Bitcoin dan Ethereum, yang nilai moneternya dapat berfluktuasi secara luas, stablecoin USDT dirancang untuk mempertahankan harga konstan dan didukung oleh cadangan dana yang besar atau rekayasa keuangan lainnya.
"Pada periode Januari sampai dengan Juni 2024, lima aset kripto yang paling digemari pelanggan berdasarkan nilai transaksi secara berurutan dari yang tertinggi adalah Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Pepe (PEPE), Ethereum (ETH) dan Solana (SOL)," ujar Tirta kepada investortrust.id, Selasa (16/7/2024).
Baca Juga
CFX: 70% Lebih Volume Perdagangan Aset Kripto Indonesia Berada Dibawah Pengawasan Ketat Kami
Sedangkan pada tahun 2023, aset kripto yang paling digemari pelanggan berdasarkan nilai transaksi secara berurutan dari yang tertinggi adalah Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL) dan XRP (XRP).
Lebih lanjut, Tirta menyebut, jika membandingkan data pada kedua periode tersebut, menunjukkan bahwa USDT dan BTC secara stabil menjadi dua aset kripto yang paling menarik minat masyarakat, disusul dengan ETH.
Baca Juga
Jaga Stabilitas Keuangan, Italia Bersiap Terapkan Regulasi Kripto Uni Eropa
Secara data, pada periode bulan Januari sampai dengan Juni tercatat nilai transaksi sebesar Rp 301,75 triliun atau naik 354,17 % dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023 sebesar Rp 66,44 triliun year on year. Sementara jumlah pelanggan aset kripto terdaftar per Juni 2024 sebesar 20,24 juta pelanggan dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 430,5 ribu pelanggan per bulan terhitung sejak data ini dilaporkan pada Februari 2021.

