IHSG Terjungkal, Asing malah Net Buy Rp 117 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net Buy) saham senilai Rp 117,85 miliar, meskipun indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/7/2024), ditutup melemah 48,72 poin (0,66%) menjadi 7.278,86.
Net buy tersebut ditopang adanya crossing saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) dan PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) dari pemodal lokal ke investor asing. Net buy saham NATO capai Rp 193,31 miliar, CARE Rp 156,11 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 114,92 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 107,52 miliar, dan PT Trimegah Sekuritas Tbk (TRIM) Rp 92,18 miliar.
Baca Juga
Penurunan Berlanjut! Market Cap Barito Renewables (BREN) Terjungkal ke Posisi Dua
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 278,16 miliar, PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) Rp 239,40 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 83,75 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 61,97 miliar, dan PT Be Rp 60,09 miliar.
Pelemahan IHSG dipicu atas penurunan sebagian besar sektor saham, seperti sektor material dasar, sektor kesehatan, sektor keuangan, sektorn konsumer primer, sektor industri, dan sektor kesehatan. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer, konsumer non primer, dan teknologi.
Meski IHSG terjungkal, tiga saham ini justru ditutup melesat sampai auto reject atas (ARA) saham PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) menguat Rp 21 (33,87%) menjadi Rp 83, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik Rp 380 (24,44%) menjadi Rp 1.935, dan PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) naik Rp 58 (24,58%) menjadi Rp 294.
Baca Juga
OJK Sebut akan Ada Satu Perusahaan Asuransi Syariah Baru di Tahun Ini
Penguatan juga melanda saham PT Penta Valent Tbk (PEVE) naik Rp 46 (21,10%) menjadi Rp 264 dan PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) naik Rp 24 (12%) menjadi Rp 224.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS), PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK), PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), dan PT Era Digital Media Tbk (AWAN).

