CEO Binance: Harga Kripto Mungkin Berfluktuasi, Tetapi Fundamentalnya Kuat
JAKARTA, investortrust.id - Chief Executive Officer (CEO) Binance Richard Teng mengatakan, meski terjadi fluktuasi harga kripto dan kapitalisasi pasar, tetapi fundamental jangka panjang industri kripto tetap kuat. Oleh karena itu, ia mengimbau investor tetap fokus dan terus membangun.
Teng juga telah menyoroti minat yang signifikan terhadap Bitcoin dan mata uang kripto lainnya, dengan mencatat bahwa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin yang terdaftar di Amerika Serikat (AS) telah menarik lebih dari US$ 14,7 miliar dalam arus masuk bersih selama enam bulan terakhir.
Melansir dari Bitcoin.com pada Senin (15/7/2024), dalam posting lanjutan di X (Twitter), Teng berbagi pandangan optimisnya untuk 12 bulan ke depan, dengan menyoroti beberapa area utama pengembangan. Teng menantikan munculnya kasus penggunaan baru dan inovasi berkelanjutan di sektor ini, peningkatan pengalaman pengguna, peningkatan adopsi mata uang kripto di kalangan ritel, dan meningkatnya kelembagaan dan penerimaan arus utama terhadap mata uang kripto.
Kemudian, Teng juga mengantisipasi kemajuan dalam pengembangan dan kejelasan regulasi. Teng mengakhiri dengan memberi semangat kepada komunitas, menegaskan bahwa industri ini masih dalam tahap awal dan masih banyak hal yang dapat ditawarkan di masa mendatang.
Teng mengambil alih jabatan sebagai CEO Binance setelah Changpeng Zhao (CZ) mengundurkan diri menyusul tindakan penegakan hukum oleh beberapa otoritas.
Pada November 2023, Binance dan CZ mengaku bersalah atas berbagai tuduhan dari Departemen Kehakiman AS (DOJ), termasuk pelanggaran Undang-Undang Kerahasiaan Bank (BSA) dan kegagalan menerapkan program anti pencucian uang (AML) yang efektif.
Baca Juga
Binance Bantu Bursa Kripto Turki dalam Investigasi Peretasan dan Bekukan Rp 87,2 Miliar Dana Curian
Kesepakatan pembelaan tersebut mengakibatkan Binance membayar denda sebesar US$ 4,3 miliar dan berkomitmen untuk melakukan perbaikan kepatuhan yang signifikan. Baru-baru ini, Teng juga berbagi tips investasi untuk memasuki pasar kripto, di mana Teng menekankan pentingnya menghindari rasa takut ketinggalan alias fear of missing out (FOMO).

