Pakistan Tunjuk Eks Ceo Binance Changpeng Zhao Sebagai Penasihat Kripto
JAKARTA, investortrust.id - Mantan CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) ditunjuk sebagai penasihat Dewan Kripto Pakistan, badan regulator yang baru dibentuk dengan tugas mengawasi penerapan teknologi blockchain dan aset digital di negara tersebut.
Melansir CoinTelegraph, Selasa (8/4/2025), penunjukan tersebut dikonfirmasi oleh kementerian keuangan Pakistan. Nantinya, Zhao akan memberikan nasihat kepada badan regulator tentang regulasi, infrastruktur, dan adopsi aset kripto.
Zhao adalah salah satu nama yangh paling dikenal di dunia kripto, pernah menjabat sebagai CEO Binance antara 2017 dan 2023. Ia mengundurkan diri sebagai CEO bursa tersebut pada bulan November 2023 setelah mengaku bersalah atas tuduhan terkait pelanggaran undang-undang pencucian uang di Amerika Serikat (AS), yag kemudian dijatuhi hukuman empat bulan penjara.
Bagi Pakistan, pengangkatan Zhao merupakan hal yang penting sebab berpotensi membantu negara tersebut menarik investasi asing dalam industri yang telah memperoleh kepentingan strategis baru. Pada bulan Maret silam, CEO Dewan Kripto Pakistan Bilal bin Saqib mengatakan, pihaknya akan mengembangkan kerangka regulasi yang jelas untuk aset digital.
Baca Juga
Eks CEO Binance Changpeng Zhao Mengaku Jarang Trading Kripto dan Belum Pernah Beli Meme Coin
“Pakistan sudah tidak bisa lagi berdiam diri. Kami ingin menarik investasi internasional karena Pakistan adalah pasar berbiaya rendah dengan pertumbuhan tinggi dengan tenaga kerja asli Web3 yang siap membangun,” katanya.
Pakistan telah lama dianggap sebagai pusat potensial untuk adopsi kripto karena populasinya yang terus bertambah, diaspora yang besar, dan pasar gelap yang berkembang pesat untuk perdagangan valuta asing (valas). Nilai uang tunai yang dikirim Pakistan melalui saluran pengiriman uang formal melonjak pada akhir tahun lalu di tengah tindakan keras di seluruh negeri terhadap perdagangan dolar di pasar gelap.
“Peningkatan ini mungkin terjadi karena pengiriman uang yang sebelumnya menggunakan pasar gelap kini dikirim melalui jalur resmi,” ujar ekonom di Fitch Solutions John Ashbourne.
Baca Juga
Changpeng ‘CZ’ Zhao Garap Pengembangan Ekosistem Kripto dan Blockchain di Negara Kyrgyzstan
Stablecoin saat ini menjadi salah satu jenis aset kripto dengan penggunaan yang paling menonjol di sejumlah wilayah, dengan permintaan tinggi terhadap dolar AS karena depresiasi mata uang. Meskipun data tentang penggunaan stablecoin di Pakistan terbatas, survei KuCoin tahun 2023 mengungkapkan bahwa 33% investor kripto lokal menggunakan aset digital untuk melindungi diri dari devaluasi rupee.
Survei terkini yang dilakukan oleh Bitget menemukan bahwa 46% responden di Asia Selatan, kawasan yang mencakup India, Pakistan, Bangladesh, dan lainnya, menggunakan aset digital untuk kecepatan dan aksesibilitas transaksi.

