IHSG Awal Pekan Bergerak di Zona Merah, Tapi Saham RICY dan FORU Tetap Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/7/2024), dibuka menguat ke level 7.327,85, namun dalam beberapa menit kemudian berbalik turun sebanyak 18 poin (0,21%) menjadi 7.310 hingga pukul 09.05 WIB.
Penurunan indeks dipicu atas koreksi saham keuangan, saham industri, dan saham infrastruktur. Sebaliknya penguatan melanda saham konsumer primer, sektor kesehatan, dan sektor teknologi.
Baca Juga
Dekade Tersulit Terlewati, Saatnya Saham HM Sampoerna (HMSP) Berjaya?
Meski IHSG turun, sejumlah saham ini berjaya, yaitu saham PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) menguat Rp 19 (30,65%) menjadi Rp 81, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik Rp 380 (24,44%) menjadi Rp 1.935, dan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) menguat Rp 10 (12,5%) menjadi Rp 90.
Sebaliknya penurunan melanda tiga saham berikut, yaitu saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO), dan PT Jaya Trishindo Tbk (HELI).
Baca Juga
Harga Ayam Broiler Cenderung Turun, Bagaimana dengan Potensi Cuan Saham Charoen (CPIN)?
IHSG akhir pekan lalu ditutup melesat 27,17 poin (0,37%) menjadi 7.327,58. Penguatan tersebut didukung kenaikan sebanyak 329 saham. Penguatan juga didukung aksi beli saham oleh pemodal asing hingga Rp 1,24 triliun. Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) senilai Rp 451,64 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 279,21 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 198,71 miliar.

