Garuda (GIAA) Raih Peringkat IdBB, Dirut: Outlook Bisnis Stabil
JAKARTA, investortrust.id – Maskapai nasional PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) meraih peringkat IdBBB dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atas kemampuan kinerja perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang yang dikelolanya.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, perolehan peringkat tersebut menunjukkan bahwa Garuda Indonesia memiliki outlook yang stabil serta kemampuan yang memadai untuk memenuhi komitmen jangka panjangnya.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Garuda Indonesia adalah emiten yang sehat, serta memiliki komitmen tinggi untuk terus memperbaiki outlook bisnisnya dan melaksanakan kewajibannya, dalam hal ini memenuhi janjinya kepada seluruh kreditur,” papar Irfan secara tertulis, Kamis (11/7/2024).
Baca Juga
Garuda (GIAA) Bidik Joint Venture Singapore Airlines Tuntas Oktober 2024
Adapun pemeringkatan Pefindo atas Garuda Indonesia tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi perusahaan serta Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 31 Maret 2024. Rating juga diberikan bersama Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2023.
Adapun pemeringkatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN, yang mengharuskan BUMN untuk mengukur kesehatannya secara berkala melalui pemeringkatan atau rating.
Sedangkan aspek yang menjadi dasar pemeringkatan tersebut adalah ikhtisar keuangan dan aksi korporasi Garuda. Selain itu, penilaian didasarkan pada aspek industry overview, yang turut mencakup upaya perusahaan dalam memitigasi potensi risiko, akibat fluktuasi harga bahan bakar ataupun kejadian tak terduga seperti pandemi dan serangan teroris.
“Sehat-tidaknya Garuda Indonesia tidak hanya akan berdampak terhadap kelangsungan bisnis perusahaan namun juga akan turut menentukan kredibilitas Garuda di mata publik, khususnya para kreditur yang telah mendukung proses restrukturisasi perusahaan,” tambah Irfan.
Baca Juga
Minta Maaf ke Jemaah, Bos Garuda (GIAA) Sebut 21% Penerbangan Haji Delay
Ia menjelaskan, berdasarkan Pasal 81 Peraturan Menteri BUMN No. PER-2/MBU/03/2023, peringkat IdBBB yang berhasil diraih Garuda Indonesia turut menegaskan bahwa perusahaan yang ia pimpin masuk dalam kategori emiten sehat.
Sementara itu, berbagai inisiatif strategis yang dilaksanakan Garuda Indonesia pada kuartal I-2024 berhasil membukukan pendapatan usaha secara group sebesar US$ 711,98 juta, atau tumbuh 18,07% (yoy)
Capaian tersebut turut didukung pertumbuhan pendapatan di berbagai lini, termasuk lini penerbangan berjadwal yang tumbuh 18,19% (yoy) menjadi US$ 599,01 juta, penerbangan tidak berjadwal yang tumbuh 53,57% (yoy) menjadi US$ 19,67 juta, dan pendapatan lainnya yang meningkat 11,92% (yoy) menjadi US$ 92,28 juta.
Sementara tahun lalu, fundamen kinerja Garuda Indonesia menunjukkan tren positif, selaras dengan komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan corrective actions inisiatif-inisiatif yang menghasilkan sejumlah capaian krusial.
Selain berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$ 251,99 juta, perseroan juga menyelesaikan pembayaran utang secara penuh kepada para kreditur yang nilai tagihannya di bawah Rp 255 juta, sesuai skema perjanjian perdamaian yang mendapatkan putusan homologasi.
Kemudian, Garuda Indonesia mengoptimalkan strategi perbaikan ekuitas perseroan, serta pembentukan sinking fund yang dipercaya memberi dampak positif pada posisi ekuitas perusahaan.
“Melalui berbagai inisiatif kinerja perusahaan yang berkelanjutan, dengan landasan bisnis yang simple, profitable, dan full-service, serta outlook industri aviasi yang telah kembali ke situasi sebelum pandemi. Kami meyakini bahwa upaya membawa perusahaan kembali sehat dapat berjalan on the track sesuai roadmap penyehatan kinerja yang terus kami perkuat,” tutup Irfan. (CR-10)

