IHSG Sesi I Lanjutkan Kenaikan hingga Tembus 7.316, Tiga Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (11/7/2024), ditutup menguat 28,98 poin (0,40%) hingga akhirnya lampaui level 7.300, tepatnya 7.316. IHSG bergerak dalam rentang 7.274-7.328 dengan nilai transaski Rp 4,19 triliun.
Kenaikan IHSG ini ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar, konsumer primer, sektor transportasi, sektor infrasturktur, dan sektor teknologi. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan dan kesehatan.
Baca Juga
Enam Saham Emiten Logam Ini Direkomendasikan Beli, Pilihan Teratas TINS dan NCKL
Sedangkan tiga saham ini melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Megapolitan Development Tbk (EMDE) naik 34,74% menjadi Rp 128, PT Sumber Energi Makmur Tbk (IOTF) melesat 34,85% menjadi Rp 89, dan PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) menguat 24,60% menjadi Rp 314.
Kenaikan pesat juga melanda saham PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) melesat Rp 45 (32,85%) menjadi Rp 182 dan PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) menguat Rp 11 (21,15%) menjadi Rp 63.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam melanda saham PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA), PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), PT Guna Timur Raya Tbk (TRUN), PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS), dan PT NFC Indonesia Tbk (NFCX).
Baca Juga
Lompatan Saham Meratus (KARW) dan Fortune (FORU) Kejar-Kejaran, Siapa paling Cuan?
Kemarin, IHSG ditutup lanjutkan penguatan 17,24 poin (0,24%) menjadi 7.287,04. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham Rp 168,86 miliar.
Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 180,76 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 179,07 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 138,61 miliar.
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti industri 0,52%, sektor konsumer non primer 0,45%, sektor kesehatan 0,38%, sektor infrastruktur 0,28%, dan sektor properti 0,27%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor konsumer primer, sektor keuangan, sektor teknologi, dan sektor transportasi.
Grafik IHSG

