Potensi Besar Solusi Sinergi (WIFI) bakal Lambungkan Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) memiliki prospek pertumbuhan kinerja keuangan mengesankan ke depan, seiring dengan focus perseroan sebagai penyedian bandwidth internet dengan jaringan infrastruktur fiber optic anak usahanya di jalur rel kereta api.
WIFI merupakan perusahaan dengan ekosistem digital, yang sekarang berfokus pada penyediaan bandwidth internet dengan jaringan infrastruktur fiber optik (FO) melalui anak usahanya. Jaringan ini menjangkau perusahaan, individu, dan pemerintah di wilayah perkotaan dan pedesaan di seluruh Indonesia. Pilar bisnis WIFI lainnya mencakup periklanan media serta layanan digital berupa pengembangan aplikasi mobile.
Baca Juga
Anak Usaha Surge (WIFI) Catatkan Obligasi Rp 600 Miliar, Cek Peruntukan Dananya
Analis NH Korindo Sekuritas Richard Jonathan Halim mengatakan, keputusan bertransisi menjadi perusahaan telekomunikasi membuat masa depan WIFI lebih tangguh dan unggul ke depan. Apalagi WIFI tercatat satu-satunya perusahaan infrastruktur internet di jalur rel dengan biaya rendah serta harga terjangkau.
Prospek pesat tersebut juga sejalan dengan target pasar WIFI menengah ke bawah di Jawa yang nota bene penyumbang tebesar terhadap pengguna internet di Indoensia mencapai 83,64%. Penguatan segmen pasr tersebut dikejar melalui peningkatan infrastruktur internet melalui jalur rel kereta api, jalan tol, dan jalan provinsi di pulau Jawa. Perseroan juga menyediakan BTS sepanjang jalur rel kereta api sejauh 3.000 km.
“Dengan tingkat penetrasi fixed broadband internet di Indonesia masih di bawah rata-rata negara tetangga ditambah tren peningaktan penetrasi internet secara umum berlanjut hingga mencapai 79.5% pada 2024, perseroan memiliki potensi pasar yang belum terserap di segmen ini,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Anak Usaha Surge (WIFI) Rampungkan Pembangunan 200 Ribu Homepass bagi ISP
Selain penguatan jaringan infrastruktur untuk menggenjot pangsa pasar menengah bawah, dia mengatakan, potensi pertumbuhan kuat WIFI ke depan didukung sejumlah kemitraan strategis, seperti kemitraan dengan Qualcommm Technologies Inc dan kemitraan dengan KAI. Perseroan juga menggandeng PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melalui pemanfaatkan jaringan piga fas. Perseroan juga tengah menggarap kerja saam dengan operator untuk membidik 1 juta FTTH.
Sejumlah inisiatif bisnis tersebut berpotensi mengerek laba bersih perseroan menjadi Rp 681 miliar tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 439 miliar. Laba bersih juga diproyeksikan melsat menjadi Rp 106 miliar tahun 2024, dibandingkan tahun 2023 senilai Rp 59 miliar.
Baca Juga
Refinance Utang, Surge (WIFI) Cairkan Fasilitas Kredit Rp 208,96 Miliar
Pertumbuhan kinerja keuangan diperkirakan berlanjut dengan proyeksi pendapatan meningkat menjadi Rp 858 miliar tahun 2025 dan Rp 1,14 triliun tahun 2026. Begitu juga dengan estimasi laba bersih diharapkan naik menjadi Rp 185 miliar tahun 2024 dan menjadi Rp 259 miliar pada 2026.
Berbagai faktor tersebut mendorong NH Korindo menargetkan beli saham WIFI dengan target harga Rp 318 per saham atau terbuka potensi penguatan lebih dari 50%. Target tersebut merefleksikan perkiraan EV/EBITDA tahun ini sekitar 4,5 kali dan PE sekitar 7,1 kali.
Grafik Saham WIFI
