IHSG Berakhir Lanjut Rebound, Lima Saham Ini Cuan hingga ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/7/2024), ditutup menguat sebanyak 17,24 poin (0,24%) menjadi 7.287,04. Pergerakan IHSG berada di rentang 7.269-7.313 dengan nilai transaksi Rp 8,07 triliun.
Kenaikan IHSG didukung penguatan mayorita sektor saham, seperti sektor industri 0,52%, sektor konsumer non primer 0,45%, sektor kesehatan 0,38%, sektor infrastruktur 0,28%, dan sektor properti 0,27%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor konsumer primer, sektor keuangan, sektor teknologi, dan sektor transportasi.
Baca Juga
Sumber Global (SGER) Raih Kontrak Penjualan Batu Bara Rp 366,28 Miliar ke Vietnam
Saat IHSG lanjutkan penguatan, kelima saham ini berhasil torehkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) naik Rp 35 (34,31%) menjadi Rp 137, PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) naik Rp 18 (33,33%) menjadi Rp 72, PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) melesat Rp 25 (33,78%) menjadi Rp 99.
Lompatan hingga ARA juga dicatatkan dua saham berikut, yaitu saham PT Metro Realty Tbk (MTSM) melesat Rp 23 (33,82%) menjadi Rp 91 dan PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) terbang Rp 50 (24,75%) menjadi Rp 252.
Sebaliknya lima saham dengan penurunan paling dalam melanda saham PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF), PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), PT Manggung Polahraya Tbk (MANG), dan PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), catatkan penurunan paling dalam.
Baca Juga
Penerbitan Obligasi Korporasi Diprediksi Capai Rp 90 Triliun Semester II-2024
Kemarin, IHSG ditutup menguat 18,82 poin (0,26%) menjadi 7.269,80. Pemodal asing berbalik mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 23,47 miliar melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 297,38 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 182,01 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 24,98 miliar.
Penguatan indeks didukung kenaikan saham sektor keuangan 1,44%, sektor industri 1,10%, sektor infrastruktur 0,31%, sektor konsumer primer 0,10%, dan sektor transportasi 0,09%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan, sektor teknologi, energi, material dasar, dan konsumer primer.
Grafik IHSG

