Harga Bitcoin Mulai Naik, Berpotensi ‘Bullish’?
JAKARTA, investortrust.id - Industri aset kripto boleh dibilang berada pada tren penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir, seiring menurunnya harga sang raja kripto, bitcoin. Meski begitu, saat ini bitcoin mulai menunjukan tanda-tanda ‘kehidupan’.
Saat ini bitcoin berada pada harga US$ 57.713,39 pada Minggu (7/7/2024), pukul 13.10, atau naik 2,27% dalam 24 jam terakhir.
Melansir CoinPedia, Minggu (7/7/2024), untuk bisa memastikan bahwa bitcoin berada pada tren bullish, harganya harus menunjukan pergerakan yang stabil. Pada tanggal 5 Juni 2024, bitcoin mencapai puncak tertinggi di harga US$ 71.120 per keping. Tapi setelah itu harganya turun ke level terendah hingga saat ini.
Baca Juga
Ekspektasi pasar mengarahkan pada pembalikan ke level US$ 58.000. Namun hal itu tak terjadi, bahkan harga bitcoin turun lagi ke bawah ambang batas. Tren bullish akan terkonfirmasi jika bitcoin melampaui level tertinggi baru-baru ini di US$ 62.806 dan mempertahankan alur kenaikannya.
Dalam skenario bullish, kenaikan harga seharusnya didukung oleh peningkatan volume perdagangan. Volume perdagangan tercatat turun dalam 24 jam terakhir, dari US$ 53,74 miliar menjadi US$ 35,05 miliar.
Selain itu, agar suatu aset bisa dikatakan berada dalam fase bullish, harganya harus tetap berada di atas moving average yang signifikan seperti simple moving average (SMA). Saat ini SMA bitcoin berada di angka US$ 59.898. Sejak 10 Juni, harga bitcoin berada di bawah SMA ini, dan pada 30 Juni ada upaya untuk menembus SMA tapi harganya kembali turun dibawahnya pada 3 Juli.
Baca Juga
Jika Donald Trump Menang Pilpres AS 2024, Harga Bitcoin Diprediksi Bisa Melonjak
Indeks Kekuatan Relatif atau The Relative Strength Index (RSI) membantu mengukur kekuatan tren. Nilai RSI antara 30 dan 70 umumnya menandakan tren naik yang stabil. Saat ini RSI bitcoin berada pada angka 28,41 yang menunjukan bahwa bitcoin mungkin mendekati kondisi jual yang jenuh.

