Sentimen Bullish Turun, Sinyal Harga Bitcoin Naik?
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah upaya Bitcoin untuk mempertahankan kenaikan harga barunya, sentimen positif terhadap salah satu jenis aset kripto terbesar ini mengalami penurunan signifikan. Namun pasar kripto masih menunjukkan ketahanannya.
Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengungkapkan, data sentimen terbaru melaporkan jika banyak trader, khususnya di Binance membuka posisi short atau “menjual” dengan harapan harga Bitcoin akan turun lagi.
”Menurunnya permintaan dari pasar ETF (exchange traded fund) Bitcoin spot dan kelebihan pasokan dari kreditor Mt Gox kemungkinan mempengaruhi tren harga Bitcoin,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jumat (19/7/2024).
Baca Juga
Rencana Rahasia Donald Trump: Bitcoin akan Jadi Cadangan Strategis?
Walupun begitu, lanjut Fyqieh, pasar kripto masih menunjukan ketahanan yang luar biasa stabil di angka US$ 2,5 triliun, menyusul pemulihan Bitcoin dari level dukungan pentingnya yaitu US$ 64.000. Hal ini diperkuat investor institusional yang beralih ke kripto sebagai investasi jangka panjang.
“Sinyal ekonomi AS (Amerika Serikat) saat ini, sehingga pasar telah memperhitungkan pemotongan suku bunga The Fed pada bulan September yang membuat Bitcoin membutuhkan katalis baru,” katanya.
Baca Juga
Dikatakan Fyqieh, saat ini Bitcoin diperdagangkan di kisaran harga US$ 64.000 dengan volume perdagangan 24 jam sebesar US$ 26,51 miliar. Selama 24 jam terakhir pula, harga Bitcoin turun sekitar 1,0%. Dengan kondisi harga Bitcoin di kisaran itu berpotensi mendorong pergerakannya ke level US$ 67.500.
“Meningkatnya permintaan dari investor institusional telah mengimbangi penurunan jangka pendek ini,” ucapnya.

