Berpotensi Bullish, Harga Bitcoin Kembali Meningkat
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) kembali meningkat 7% dalam 24 jam terakhir, pada pagi ini (16/5/2024) pukul 9.00 WIB, mencapai level US$ 66.000 atau sekitar Rp 1,05 miliar. Peningkatan ini mendorong para investor dan trader kembali masuk lebih dalam ke pasar kripto.
Lalu berdasarkan Coinmarketcap, pukul 11.16 WIB, harga BTC nampak juga masih mendekati posisi US$ 66.000 tepatnya US$ 65.956,12 atau menguat 6,64% dalam sehari. Sedangkan dalam sepekan naik 6,90%.Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengungkapkan, kenaikan ini didorong oleh laporan data inflasi inti Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah, serta meningkatnya investasi institusional pada exchange traded fund (ETF) Bitcoin.
Lebih lanjut, data indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) AS yang dirilis belum lama ini menunjukan penurunan inflasi inti ke level terendah dalam tiga tahun terakhir sebesar 3,4%. Penurunan ini memicu peningkatan aktivitas di pasar Bitcoin, dengan minat yang signifikan dari bank-bank besar global.
Baca Juga
Data Inflasi AS Terkendali, Bitcoin Lompat ke Level US$ 66.000-an
“Korelasi antara inflasi yang lebih rendah dan peningkatan investasi pada aset digital menunjukan bahwa investor mungkin melihat Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan ekonomi,” ujar Fyqieh, dalam keterangan resmi, Kamis (16/5/2024).
Angka inflasi yang baik ini, lanjutnya, menandakan potensi penurunan suku bunga AS di masa depan. Walaupun The Fed telah mengadopsi pendekatan wait and see yang hati-hati, di mana data baru mungkin dapat mempercepat jangka waktunya.
Menurut Fyqieh, lonjakan harga Bitcoin juga didorong oleh meningkatnya minat institusional, khususnya pada ETF Bitcoin. Hal ini tercermin dari bank-bank terkemuka seperti JP Morgan dan Wells Fargo, bersama dengan bank internasional seperti UBS dan Bank of Montreal yang telah melakukan investasi yang signifikan dalam ETF Bitcoin.
Baca Juga
Bitcoin Coba Menanjak ke Level US$ 63.000 Jelang Rilis Data Ekonomi Minggu Ini
”Hal yang lebih mendorong momentum pasar adalah masuknya modal institusional ni tidak hanya memvalidasi daya tarik investasi Bitcoin tetapi juga meningkatkan legitimasi dan stabilitasnya sebagai kelas aset,” katanya.
Pergeseran ini berpotensi akan mempertahankan kenaikan Bitcoin karena semakin banyak investor institusional yang mulai memasukkannya ke dalam portofolio mereka. Perkembangan di sektor ETF, dikombinasikan dengan faktor makroekonomi, memberikan kerangka kerja yang kuat untuk memahami kenaikan nilai Bitcoin.

