RUPS WSBP: Jumlah Direksi Dipangkas dan Absen Bagi Dividen
JAKARTA, investortrust.id – Emiten precast dan readymix, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengumumkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2023 yang digelar pada Rabu, (3/7/2024).
Keputusan yang ditetapkan pemegang saham dalam forum tertinggi perusahaan tersebut salah satunya menyetujui usulan Manajemen untuk mengalokasikan seluruh laba bersih untuk penguatan modal, dalam artian WSBP absen membagikan dividen untuk tahun buku 2023.
Vice President of Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto mengatakan, keputusan penggunaan laba bersih untuk memperkuat modal sejalan dengan program transformasi bisnis WSBP, yaitu memperkuat fundamental keuangan dan struktur modal perusahaan.
Baca Juga
WSBP: Suplai Readymix Jalan Sumbu Kebangsaan Timur IKN Capai 67,90%
Sebagai catatan, sepanjang tahun 2023 WSBP membukukan laba bersih sebesar Rp 6,3 miliar, turun dari Rp 675,76 miliar pada tahun buku 2022. Penurunan laba bersih sejalan dengan raihan pendapatan yang turun 27,86% yoy menjadi Rp 1,48 triliun di tahun 2023 dari Rp 2,06 triliun pada tahun 2022.
Meski begitu dari sisi perolehan kontrak baru WSBP mencatat kenaikan di tahun 2023 sebesar 15,23% menjadi Rp 1,74 triliun dari Rp 1,51 triliun pada tahun 2022. Sebanyak 81% dari Nilai Kontrak Baru ini berasal dari pelanggan eksternal.
"Keberhasilan WSBP dalam menyelesaikan berbagai proyek di tahun 2023 menjadi bukti bahwa WSBP mampu menjadi partner terpercaya dalam Industri Beton Terintegrasi, Konstruksi dan Modular di Indonesia," ujar Fandy Dewanto, dikutip dari keterangan resminya, Jumat (5/7/2024).
Baca Juga
WSBP Update Proyek Pengaman Pantai Teluk Jakarta Senilai Rp 30,18 Miliar
Selain penggunaan laba bersih, RUPST juga memutuskan untuk melakukan perombakan jajaran direksi Perseroan. Jumlah direksi dipangkas menjadi 4 posisi dari sebelumnya 5 posisi. Sementara jajaran komisaris tidak mengalami perubahan.
Adapun direksi baru yang diangkat dalam RUPST tersebut yaitu, FX Poerbayu Ratsunu sebagai direktur utama, Itung Prasaja menjabat direktur operasional, lalu Fathul Anwar sebagai direktur keuangan, manajemen risiko, dan legal serta Anak Agung Gede Sumadi sebagai direktur pengembangan bisnis dan HCM.
Sementara jajaran komisaris terdiri dari; Komisaris Utama/Independen Agus Budiman Manalu, komisaris Asep Arofah dan Purwanto, sedangkan Komisaris Independen dijabat oleh Fathur Rokhman dan Abianti Riana.

