Indosat (ISAT) Patok Target Ambisius 2028, Bagamana dengan Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) menentukan target ambisius segmen bisnis baru bisa berkontribusi sebanyak 25% terhadap total pendapatan tahun 2028. Segmen baru tersebut adalah layanan AI dan fixed broad band (FBB).
Dengan target ambisius tersebut, Sucor Sekuritas dalam riset yang diterbitkan kemarin, Indosat membidik lompatan EBITDA dalam lima tahun ke depan menjadi US$ 3 miliar pada 2028.
“Kami menilai target-target tersebut terlalu berani,” tulisnya analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Indosat Perluas Jangkauan Jaringan Fiber Optiknya Hingga ke Kota Sekunder
Terkait bisnis AI, dia mengatakan, perseroan telah membentuk kemitraan dengan Nvidia dan Google, sehingga Indosat bisa monetisasi dari industri yang diperkirakan memiliki nilai pasar US$ 2,4 miliar tahun 2028. Kemitraan ini membuka peluang Indosat untuk menawarkan layanan cloud dan AI ke perusahaan.
Estimasi Kinerja Keuangan ISAT
Sedangkan dari segmen FBB, dia mengatakan, Indosat menilai bahwa pertumbuhan pesat industri ini dari pangsa pasar industri saat ini 18% menjadi 35% atau dengan nilai pasar menjadi US$ 4 miliar pada 2028. Hal ini mendorong perseroan membidik jumlah pelanggan secara agresif menjadi 2 juta pelanggan dengan target penguasaan pasar FBB sebesar 8-10% tahun 2028.
“Kami menilai bahwa Indosat akan menghadapi tantangan berat untuk mencapai target ambisius tahun 2028 tersebut. Kerena, target tersebut membutuhkan pertumbuhan pesat setiap tahun,” tulisnya.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Pede Pendapatan Per Pelanggan Tumbuh Lebih dari 10% pada 2024
Guna mencpai target tersebut dibutuhkan kenaikan pesat jumlah ARPU perseroan dan penambahan jumlah pelanggan FBB massif dalam empat tahun ke depan. Perseroan juga harus bisa mendongkrak margin EBITDA pesat dari dua bisnis baru tersebut.
Meski membidik target ambisius, Sucor Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham ISAT dengan target harga Rp 12.500. Target tersebut juga mempertimbangkan peluang kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 5,12 triliun tahun ini, dibandingkan pencapaian tahun lalu Rp 4,50 triliun.
Grafik Saham ISAT

