Usai Listing di BEI, Asuransi Bersama (YOII) Patok Target Ambisius di 2025
JAKARTA, investortrust.id - Usai mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Asuransi Bersama Digital Tbk (YOII) tetapkan target pendapatan premi berkisar Rp 420-422 miliar tahun ini. Pertumbuhan ini akan dicapai dengan pengembangan produk.
Angka tersbut lebih tinggi dari target tahun 2024 senilai Rp 320 miliar. Sedangkan berdasarkan data prospektus, hingga semester I 2024, pendapatan premi YOII mencapai Rp 137,84 miliar.
Baca Juga
Harga Saham Perdana Melesat, Asuransi Digital (YOII) Optimistis Prospek Layanan Online
YOII juga membidik kenaikan laba bersih mencapai 100-200% tahun ini. Diketahui, laba tahun berjalan hingga semester I 2024 melonjak menjadi Rp 15,92 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 1,25 miliar.
Direktur Keuangan YOII Randy Tandra mengatakan, faktor yang menjadi pendorong peningkatan kinerja tersebut adalah produk asuransi perjalanan Perseroan yang cukup baik pada tahun 2024, sehingga kedepannya Perseroan akan fokus pada hal tersebut.
“Kami akan mencoba pengembangan produk secara vertikal, dasar horizontal. Horizontal meaning kita coba mencari channel lain untuk mendistribusikan produk tersebut. Vertikal mungkin kita create produk baru yang lebih targeted kepada risiko orang berpergian. Tapi pada waktu yang sama kita akan juga mengembangkan, melihat gaya hidup masyarakat,” ujarnya di Bursa Efek Indonesia, Rabu (8/1/2025).
Dari persentase sendiri, dia menuturkan, produk asuransi gaya hidup masyarakat menyumbang 60% dari premi total, 30% di asuransi e-wallet, dan sisanya adalah asuransi umum.
Baca Juga
Asuransi Digital (YOII) Tercatat Emiten Listing Perdana di BEI Tahun 2025, Begini Gerak Sahamnya
Ke depan, ungkap dia, YOII akan menyesuaikan strategi pemasaran dan penjualan produk dengan perkembangan gaya hidup masyarakat yang semakin digital. Seluruh proses pemasaran dan penjualan akan diintegrasikan secara online, memungkinkan pengelolaan data pelanggan yang lebih terstruktur dan efisien melalui sistem digital.
Direktur Utama YOII Adi Wibowo Adisaputro mengatakan, perusahaan akan menggunakan teknologi, seperti artificial intelligence, data analitik, dan pemrosesan bahasa alami untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan efisiensi operasional.
“Perusahaan asuransi digital mengumpulkan dan menganalisis data pelanggan untuk mengidentifikasi tren, mengukur risiko, dan mengembangkan produk yang lebih baik. Data ini dapat mencakup informasi demografis, riwayat klaim, perilaku konsumen, dan sumber data lainnya. Alhasil, analisis data yang canggih membantu perusahaan asuransi digital dalam membuat keputusan bisnis yang lebih baik dan meningkatkan pemahaman mereka tentang pelanggan,” katanya.
Grafik Saham YOII

